hiburan

Film Dompet Ayah Sepatu Ibu Syuting di Tanah Datar, 190 Kru Libatkan UMKM Lokal

Rabu, 7 Oktober 2026 | 19:10 WIB
Ilustrasi Syuting Film (Foto: Pixabay)

Haipadang.com – Produksi film Dompet Ayah Sepatu Ibu di Tanah Datar tidak hanya membawa cerita lokal ke layar lebar. Kehadiran tim produksi yang berjumlah sekitar 190 orang juga membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk ikut terlibat, mulai dari tenaga pendukung produksi hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Film produksi Starvision tersebut diangkat dari novel berjudul sama karya J.S. Khairen dan mengambil kisah nyata dari Tanah Datar sebagai bagian dari cerita yang akan dibawa ke layar lebar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar melihat produksi film ini sebagai kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan daerah sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi kreatif masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tanah Datar Eka Putra saat menerima audiensi Starvision bersama kru film Dompet Ayah Sepatu Ibu di Gedung Indojolito, Selasa malam (6/10/2026).

Eka menyambut baik rencana produksi tersebut. Menurutnya, film memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar menjadi hiburan bagi penonton. Media perfilman dapat digunakan untuk membawa identitas dan cerita sebuah daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

“Bagi kami pribadi, film bukan sekadar tontonan, tapi film merupakan media promosi. Promosi pendidikan, pengembangan ekonomi kreatif, dan tentunya menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya Tanah Datar dan juga pariwisatanya kepada seluruh pelosok Nusantara atau bahkan dunia,” ujar Eka Putra.

Menurut Eka, Tanah Datar memiliki kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang dapat menjadi modal untuk diperkenalkan melalui karya film. Karena itu, Pemkab Tanah Datar menyatakan kesiapan memberikan dukungan terhadap proses produksi sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Dukungan tersebut tidak hanya diarahkan untuk kelancaran kegiatan produksi. Pemkab juga ingin agar keberadaan tim film memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk memperoleh manfaat secara langsung.

Eka meminta perangkat daerah terkait memberikan dukungan selama proses pengambilan gambar berlangsung. Ia juga mendorong agar masyarakat setempat, terutama anak-anak muda Tanah Datar, dapat dilibatkan sebagai tenaga pendukung dan kru lokal sesuai kemampuan serta bidang yang dimiliki.

“Kalau ada masyarakat lokal ini dilibatkan, tentu terlebih bagus lagi. Anak-anak muda Tanah Datar kita harapkan bisa memperoleh kesempatan untuk menjadi tenaga pendukung, kru lokal, tentunya sesuai dengan bidang dan kapasitasnya,” katanya.

UMKM Lokal Didorong Ikut Bergerak

Selain membuka peluang bagi tenaga lokal, Pemkab Tanah Datar mendorong keterlibatan pelaku UMKM dan sektor usaha masyarakat dalam mendukung kebutuhan produksi film.

Sejumlah sektor yang disebut dapat ikut mengambil manfaat antara lain penyedia konsumsi, penginapan atau homestay, pengrajin, hingga penyedia berbagai kebutuhan lain yang diperlukan selama proses produksi.

Menurut Eka, keterlibatan berbagai sektor tersebut penting agar aktivitas produksi film tidak hanya berlangsung di lokasi pengambilan gambar, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat di sekitarnya.

“Intinya yang pasti ini dapat berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat kami di Kabupaten Tanah Datar,” tutur Eka.

Peluang tersebut juga disambut pihak produksi. Line Producer film Dompet Ayah Sepatu Ibu, Rini Atmodjo, menyebut jumlah anggota tim produksi yang mencapai sekitar 190 orang dapat menjadi kesempatan bagi UMKM serta produk lokal Tanah Datar untuk ikut berkembang bersama kegiatan perfilman.

Halaman:

Tags

Terkini