hiburan

Film Dompet Ayah Sepatu Ibu Syuting di Tanah Datar, 190 Kru Libatkan UMKM Lokal

Rabu, 7 Oktober 2026 | 19:10 WIB
Ilustrasi Syuting Film (Foto: Pixabay)

“Film adalah bagian dari perekonomian kreatif. Bismillah, ketika kami mendatangkan 190 orang, UMKM di sini bisa beriringan juga berjalan sama kita, produk-produk lokal yang ada di sini bisa kita naikkan juga, dan bisa membawa berkah bagi rakyat sekitarnya,” ujar Rini.

Dengan jumlah kru yang cukup besar, kebutuhan selama produksi dapat membuka ruang bagi usaha masyarakat setempat untuk menyediakan berbagai kebutuhan yang diperlukan tim. Pihak produksi juga mendorong agar produk-produk lokal dapat ikut mendapatkan ruang selama proses tersebut.

Tidak hanya sektor usaha, masyarakat yang memiliki kemampuan di bidang seni juga akan memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam produksi.

Rini mengatakan akan digelar casting di Benteng Van Der Capellen untuk menggali potensi lokal. Casting tersebut diperuntukkan bagi talenta daerah, termasuk figuran, penari, hingga pemain musik.

Kegiatan casting tersebut resmi dibuka pada hari berikutnya melalui kerja sama dengan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), dengan tujuan melibatkan masyarakat Tanah Datar secara langsung dalam proses produksi.

Film Jadi Media Kenalkan Budaya Tanah Datar

Dari sisi produksi, Tanah Datar tidak hanya dipilih sebagai lokasi pengambilan gambar. Kekayaan daerah seperti budaya, kuliner, dan tradisi juga diharapkan dapat tampil melalui cerita yang dibawa film Dompet Ayah Sepatu Ibu.

Manager Lokasi film tersebut, Rahadian, menyampaikan apresiasi terhadap dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Ia mengatakan tim produksi ingin membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memperkenalkan berbagai kekayaan yang dimiliki Tanah Datar melalui film.

“Kita datang ke sini harapannya juga bisa bergandengan tangan dengan pemerintah Kabupaten Tanah Datar untuk memperkenalkan Kabupaten Tanah Datar beserta isinya, baik budayanya, baik kulinernya, tradisi dan lain sebagainya melalui media film,” katanya.

Rahadian menilai jangkauan film yang luas dapat menjadi peluang bagi daerah untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimilikinya. Pada saat yang sama, produksi film juga dapat mendorong perkembangan industri kreatif di daerah.

Ia berharap pengalaman produksi Dompet Ayah Sepatu Ibu di Tanah Datar dapat menjadi salah satu pintu bagi daerah tersebut untuk kembali menjadi lokasi produksi film-film berikutnya.

Harapan serupa disampaikan Sutradara Dompet Ayah Sepatu Ibu, Naya Anindita. Ia mengapresiasi sambutan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terhadap rencana produksi film tersebut.

Bagi Naya, proses produksi di Tanah Datar diharapkan tidak berhenti pada terciptanya sebuah karya perfilman. Kehadiran tim produksi juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pengambilan gambar.

“Harapannya kita tidak hanya melahirkan sebuah karya, tapi kita juga bisa memberi berkah buat orang-orang di sekitar kita,” ujar Naya.

Naya juga berharap film tersebut dapat membantu memperkenalkan lebih banyak destinasi yang ada di Tanah Datar. Selain itu, budaya Minangkabau diharapkan dapat semakin dikenal masyarakat luas melalui cerita dan latar yang dihadirkan dalam film.

Film tersebut juga diharapkan dapat menghadirkan tokoh serta cerita yang mampu memberikan inspirasi bagi generasi muda.

Halaman:

Tags

Terkini