olahraga

Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026, Evolusi Taktik John Herdman Jadi Sorotan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 10:29 WIB
Timnas Indonesia merayakan juara FIFA ASEAN Cup 2026. (Foto: Instagram/Timnas Indonesia)

Haipadang.com – Timnas Indonesia tidak hanya mengandalkan keberuntungan saat mengamankan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 Divisi 1. Keberhasilan menundukkan Thailand melalui drama adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senin (5/10/2026), turut memperlihatkan perubahan pendekatan taktik yang diterapkan John Herdman sepanjang pertandingan.

Evolusi strategi pelatih asal Inggris tersebut menjadi salah satu sorotan dalam analisis pertandingan. Herdman dinilai mampu membaca perkembangan laga dan tidak ragu mengubah pendekatan ketika strategi awal maupun permainan pemain tertentu tidak berjalan sesuai harapan.

Pengamat sepak bola Bung Binder menilai kemampuan tersebut menjadi bagian penting dari perkembangan Herdman dalam menangani Timnas Indonesia. Pergantian pemain yang dilakukan selama pertandingan juga disebut menunjukkan kualitas in-game management sang pelatih.

Keputusan melakukan perubahan tersebut membuat skuad Garuda memiliki kemampuan beradaptasi ketika Thailand memberikan tekanan maupun mengubah pola serangannya. Indonesia pun tidak terlihat bergantung pada satu pendekatan permainan sepanjang 120 menit pertandingan.

Dalam analisis Hanif Thamrin dan Bung Binder, fleksibilitas tersebut terlihat dari perubahan formasi yang digunakan Indonesia. Skuad Garuda memulai laga dengan struktur 3-4-3 sebelum melakukan penyesuaian pada babak kedua.

Memasuki babak kedua, Herdman mengubah struktur permainan menjadi 3-5-2. Perubahan itu dilakukan untuk memperkuat area tengah sekaligus meredam transisi yang dilakukan Thailand.

Indonesia kembali menunjukkan fleksibilitas ketika pertandingan memasuki babak perpanjangan waktu. Struktur permainan kemudian berubah menjadi lebih menyerupai 4-3-3 sesuai dengan kebutuhan tim dalam menghadapi situasi pertandingan.

Rangkaian perubahan tersebut menjadi gambaran bagaimana Herdman tidak terpaku pada satu sistem permainan. Pelatih tersebut juga dinilai tidak memaksakan pemain tertentu untuk terus berada di lapangan apabila performanya tidak sesuai kebutuhan tim.

Bung Binder melihat keberanian melakukan perubahan itu sebagai perkembangan penting dalam kepemimpinan Herdman. Menurutnya, pelatih asal Inggris tersebut mampu menempatkan kepentingan tim di atas ketergantungan terhadap pemain tertentu.

“Ini adalah pembuktian bahwa John Hartman tidak keras kepala; dia tidak memiliki ‘anak emas’. Jika pemain tidak perform, dia cepat melakukan perubahan demi kebaikan tim,” ujar Bung Binder, dikutip dari kanal YouTube-nya, Selasa (6/10/2026).

Perubahan strategi dan pergantian pemain menjadi semakin penting karena laga Indonesia kontra Thailand berlangsung ketat hingga memasuki babak tambahan. Kedua tim harus menjalani pertandingan selama 120 menit sebelum penentuan pemenang dilakukan melalui adu penalti.

Pertandingan berakhir dengan skor 2-2 pada waktu normal dan perpanjangan waktu. Indonesia kemudian mampu menjalankan eksekusi penalti dengan baik.

Empat pemain yang ditunjuk sebagai penendang Indonesia, yakni Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama, sukses menjalankan tugas masing-masing dalam adu penalti.

Hasil tersebut memastikan Timnas Indonesia keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 Divisi 1. Gelar tersebut sekaligus menjadi buah dari kemampuan skuad Garuda menghadapi perubahan situasi pertandingan hingga menit-menit terakhir.

Halaman:

Tags

Terkini

PSMS Medan Waspadai Kebangkitan Semen Padang FC

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:05 WIB