Menurut Isan, minat terhadap balap motor sebaiknya diarahkan ke kompetisi resmi. Selain memberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan, jalur tersebut juga membuka kesempatan bagi pembalap muda untuk mengikuti perlombaan dan mengejar prestasi.
“Ayo ikut balap resmi. Selain aman dan terhindar dari kejaran polisi, menang dapat hadiah dan bonus lagi,” ajak Isan.
Pesan itu menjadi bagian dari pandangannya terhadap balap motor sebagai olahraga yang dapat ditekuni secara serius. Bagi Isan, ketertarikan pada kecepatan tidak seharusnya disalurkan melalui aktivitas yang melanggar aturan, tetapi diarahkan ke arena kompetisi yang resmi.
Raihan dua medali emas dan satu medali perak pada debutnya di Porprov Sumbar 2026 menjadi pencapaian awal Isan di tingkat provinsi. Dengan latihan bersama klub IMS, bimbingan ayahnya, dan pengalaman berkompetisi yang mulai bertambah, ia terus menjalani proses untuk mengembangkan kemampuannya sebagai pembalap muda asal Padang. (*)