olahraga

Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Diprediksi Rp 5 Triliun, UMKM Ikut Terdongkrak

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:32 WIB
MotoGP Mandalika 2026 yang berlangsung Minggu (12/10/2026). (Foto: Instagram/MotoGP)

Haipadang.com – MotoGP Mandalika 2026 menarik 157.875 penonton dan diproyeksikan menghasilkan dampak ekonomi hingga Rp 5 triliun. Gelaran balap internasional di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), tersebut turut mendorong aktivitas pariwisata dan usaha masyarakat selama penyelenggaraan berlangsung.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai capaian tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata olahraga atau sport tourism di tingkat internasional. Menurutnya, MotoGP Mandalika bukan sekadar ajang kompetisi balap, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian melalui kedatangan wisatawan.

Proyeksi dampak ekonomi hingga Rp 5 triliun itu sejalan dengan tingginya aktivitas pariwisata selama penyelenggaraan MotoGP pada Minggu (11/10/2026). Peningkatan kunjungan wisatawan memberikan peluang bagi berbagai sektor usaha untuk memperoleh manfaat dari kegiatan internasional tersebut.

"MotoGP Mandalika merupakan agenda strategis nasional dalam pengembangan sport tourism di Indonesia," kata Widiyanti kepada awak media, Senin (12/10/2026).

Widiyanti menjelaskan, keberhasilan penyelenggaraan MotoGP tidak cukup dinilai berdasarkan jumlah penonton yang hadir di sirkuit. Manfaat ekonomi yang menjangkau berbagai sektor juga menjadi indikator penting dalam melihat kontribusi ajang tersebut terhadap pariwisata dan perekonomian nasional.

Sejumlah sektor yang ikut merasakan dampaknya meliputi perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran wisatawan selama MotoGP membuka peluang peningkatan permintaan terhadap akomodasi, layanan perjalanan, makanan, serta berbagai produk yang ditawarkan pelaku usaha lokal.

Okupansi Hotel di Mandalika Capai 100 Persen

Salah satu dampak yang terlihat selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 adalah tingginya tingkat keterisian hotel di kawasan sekitar lokasi balapan.

Widiyanti mengungkapkan, tingkat okupansi hotel di kawasan Mandalika mencapai 100 persen. Sementara itu, tingkat keterisian hotel di wilayah Lombok Tengah dan Kota Mataram mencapai 90 persen.

"Efek pengganda atau multiplier effect yang dihasilkan menjangkau berbagai sektor, mulai dari tingkat okupansi hotel yang mencapai 100 persen di kawasan Mandalika dan 90 persen di Lombok Tengah serta Kota Mataram, peningkatan jumlah penumpang transportasi udara, hingga kenaikan omzet UMKM," sambungnya.

Data tersebut memperlihatkan bahwa dampak penyelenggaraan MotoGP tidak hanya terkonsentrasi di area sirkuit. Aktivitas wisatawan juga menjangkau wilayah lain, terutama melalui kebutuhan akomodasi, transportasi udara, serta konsumsi selama berada di Lombok dan sekitarnya.

Peningkatan jumlah penumpang pesawat dan omzet UMKM turut menjadi bagian dari efek pengganda atau multiplier effect yang diharapkan dari penyelenggaraan ajang olahraga internasional tersebut.

Bagi pelaku usaha, kedatangan wisatawan menjadi kesempatan untuk meningkatkan penjualan dan memperluas pasar. Sementara bagi sektor perhotelan dan transportasi, tingginya permintaan selama acara berlangsung menunjukkan besarnya kebutuhan layanan yang muncul seiring dengan penyelenggaraan MotoGP.

Dampak Ekonomi MotoGP Pernah Diperkirakan Rp 4,7 Triliun

Besarnya potensi ekonomi MotoGP Mandalika juga tercermin dalam kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

Dalam kajian tersebut, dampak ekonomi nasional dari penyelenggaraan MotoGP pada tahun sebelumnya diperkirakan berada pada kisaran Rp 2,7 triliun hingga Rp 4,7 triliun.

Halaman:

Tags

Terkini

PSMS Medan Waspadai Kebangkitan Semen Padang FC

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:05 WIB