berita

Empat Nelayan Hilang di Perairan Tiku Agam Ditemukan, Ini Kronologi Pencariannya

Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:59 WIB
Tim SAR gabung mengevakuasi empat nelayan asal Gasan Gadang yang sempat hilang kontak saat melaut di perairan Tiku, Agam usai ditemukan pada Kamis (15/10/2026). (Foto: SAR Padang)

Haipadang.com – Empat nelayan asal Gasan Gadang yang sempat hilang kontak saat melaut di perairan Tiku, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat pada Kamis (15/10/2026). Mereka ditemukan berkat upaya nelayan setempat bersama Tim SAR gabungan setelah dua perahu yang mereka tumpangi tidak kunjung kembali sesuai jadwal.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, menjelaskan peristiwa tersebut bermula ketika dua perahu nelayan, yakni biduak 04 dan biduak Pondok Mande, berangkat melaut dengan membawa total empat orang awak.

Kedua perahu tersebut diketahui mulai melaut pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka diperkirakan kembali ke daratan pada Rabu (14/10/2026) pukul 06.00 WIB. Namun, hingga waktu yang dijadwalkan, kedua perahu itu belum tiba di darat.

Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena dua perahu nelayan lainnya telah kembali, sedangkan biduak 04 dan biduak Pondok Mande beserta empat awaknya belum diketahui keberadaannya.

Setelah menerima laporan mengenai hilangnya kontak dengan kedua perahu tersebut, Kantor SAR Padang segera mengerahkan personel dan peralatan untuk melakukan pencarian. Dua unit kapal cepat, yakni RIB 02 Padang dan RIB 03 Pasaman, disiagakan untuk mendukung operasi pencarian yang dimulai pada Kamis pagi.

“Mendapatkan laporan tersebut, kami langsung mengerahkan unsur dan alut, termasuk menyiagakan RIB 02 Padang dan RIB 03 Pasaman untuk melakukan pencarian sejak Kamis pagi,” ujar Abdul Malik saat dikonfirmasi, Kamis (15/10/2026).

Pencarian Terkendala Cuaca Berkabut dan Gelombang Tinggi

Operasi pencarian empat nelayan di perairan Tiku menghadapi tantangan berupa luasnya wilayah pencarian dan kondisi cuaca. Tim SAR gabungan harus menyisir area sekitar 42 mil laut persegi dengan kondisi berkabut serta tinggi gelombang berkisar 1,25 hingga 2,5 meter.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi personel yang berupaya menemukan keberadaan para nelayan. Meski demikian, pencarian tetap dilaksanakan dengan melibatkan sejumlah unsur terkait dan dukungan masyarakat pesisir.

Di tengah berlangsungnya operasi, informasi mengenai keberadaan keempat nelayan akhirnya diterima Tim SAR pada pukul 07.45 WIB. Berdasarkan laporan tersebut, para nelayan ternyata telah lebih dahulu ditemukan oleh nelayan setempat sekitar pukul 06.10 WIB.

Lokasi penemuan berada sekitar 2 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian awal atau last known position (LKP). Setelah ditemukan, keempat nelayan tersebut ditarik menuju pantai oleh nelayan yang menemukan mereka.

Penemuan itu menjadi perkembangan penting dalam operasi pencarian yang dilakukan sejak Kamis pagi. Tim SAR gabungan kemudian melanjutkan proses evakuasi untuk memastikan seluruh korban dapat dibawa dalam keadaan selamat.

"Pada pukul 08.20 WIB, seluruh korban berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dalam keadaan selamat,” paparnya.

Keempat nelayan yang ditemukan tersebut adalah Edi, berusia 52 tahun; Tolen, 55 tahun; Is Fadli, 25 tahun; serta Tio Rusnaldi, 25 tahun. Seluruhnya berhasil dievakuasi tanpa ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.

Belasan Unsur Terlibat dalam Operasi SAR

Pencarian empat nelayan yang hilang kontak di perairan Tiku melibatkan berbagai unsur SAR, aparat keamanan, pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, serta masyarakat setempat.

Halaman:

Tags

Terkini