Survei SMRC Ungkap Mayoritas Warga Tak Puas Kinerja Prabowo, Angkanya Tembus 53,4%

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:05 WIB
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Instagram/prabowo)
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Instagram/prabowo)

Haipadang.com – Kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto merosot tajam hingga 44,5 persen pada Oktober 2026. Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan angka tersebut turun dari 81,2 persen pada November 2025. Pada periode yang sama, proporsi warga yang kurang puas atau tidak puas meningkat menjadi 53,4 persen.

Temuan itu berasal dari survei bertajuk “Kinerja Dua Tahun Presiden Prabowo” yang dilaksanakan pada 1–10 Oktober 2026. Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, memaparkan hasil survei tersebut melalui kanal YouTube SMRC TV, pada Jumat (16/10/2026).

Deni menjelaskan, tingkat kepuasan sebesar 44,5 persen merupakan yang terendah sepanjang pemerintahan Prabowo. Penurunan terjadi secara bertahap dalam beberapa periode pengukuran, hingga untuk pertama kalinya mayoritas warga menyatakan kurang puas atau tidak puas terhadap kinerja presiden.

Pada November 2025, kepuasan publik terhadap Prabowo masih mencapai 81,2 persen. Angka itu kemudian turun menjadi 66,4 persen pada Februari–Maret 2026, kembali merosot ke 51,1 persen pada Juli 2026, dan mencapai 44,5 persen pada Oktober 2026.

Sebaliknya, tingkat ketidakpuasan meningkat dari 16 persen pada November 2025 menjadi 53,4 persen pada survei terbaru. Hasil tersebut memperlihatkan perubahan penilaian publik terhadap kinerja kepala negara dalam rentang waktu kurang dari setahun.

Penilaian Ekonomi, Politik, dan Hukum Jadi Sorotan

Menurut Deni, penurunan kepuasan terhadap Prabowo berkaitan dengan memburuknya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional, situasi politik, dan penegakan hukum.

Survei SMRC menemukan perbedaan tingkat kepuasan berdasarkan pandangan responden terhadap kondisi ekonomi. Di antara warga yang menilai perekonomian nasional baik atau sangat baik, sebanyak 87 persen menyatakan puas terhadap kinerja presiden.

Sebaliknya, tingkat kepuasan hanya mencapai 23 persen di kalangan warga yang menilai kondisi ekonomi buruk atau sangat buruk. SMRC juga mencatat bahwa kelompok yang menilai kondisi ekonomi nasional buruk kini menjadi mayoritas, dengan proporsi mencapai 50,8 persen.

Pola serupa terlihat pada penilaian terhadap kondisi politik. Sebanyak 83 persen warga yang menilai situasi politik baik menyatakan puas terhadap kinerja Prabowo. Sementara itu, di antara mereka yang menilai kondisi politik buruk, tingkat kepuasan hanya sebesar 24 persen.

Dalam aspek penegakan hukum, tingkat kepuasan terhadap presiden mencapai 73 persen di kalangan responden yang menilai penegakan hukum berjalan baik. Adapun pada kelompok yang menilai penegakan hukum buruk, tingkat kepuasan hanya sebesar 24 persen.

Deni menegaskan bahwa penurunan kepuasan publik tersebut berkaitan dengan sejumlah penilaian negatif terhadap kondisi nasional dan pelaksanaan program pemerintah.

“Penurunan tajam kepuasan pada presiden ini berhubungan dengan penilaian atas kondisi makro ekonomi, politik, dan penegakan hukum yang memburuk. Ini juga konsisten dengan penilaian negatif warga atas kerja pemerintah menangani masalah-masalah mendesak, serta buruknya penilaian warga terhadap program unggulan pemerintah, MBG dan KDMP,” jelas Deni.

Kepuasan terhadap MBG Berkaitan dengan Penilaian Kinerja Prabowo

Selain persoalan ekonomi, politik, dan hukum, survei SMRC menemukan hubungan antara kepuasan terhadap presiden dan penilaian masyarakat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di antara responden yang menyatakan sangat puas dengan pelaksanaan MBG, sebanyak 79 persen juga merasa puas terhadap kinerja Prabowo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X