budaya

Baju Kuruang Basiba Jadi Simbol Literasi Budaya di Pariaman

Senin, 5 Oktober 2026 | 02:00 WIB
Karnaval Baju Kuruang Basiba dalam rangkaian Festival Literasi Budaya 2026 di Pariaman. (Foto: Kominfo Pariaman)

Bagi Pemko Pariaman, pengenalan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar simbol-simbol kearifan lokal tidak tergerus oleh zaman. Baju Kuruang Basiba tidak hanya ditempatkan sebagai busana yang digunakan dalam sebuah kegiatan, tetapi juga sebagai bagian dari proses memahami identitas budaya.

 

Yosneli memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut. Apresiasi disampaikan kepada panitia, peserta, tokoh adat, serta masyarakat yang hadir dan berpartisipasi.

“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, peserta, tokoh adat, serta masyarakat yang hadir dan berpartisipasi dengan penuh semangat. Mari kita berjalan bersama, membawa kebanggaan budaya, memancarkan nilai kesantunan, dan membumikan literasi di setiap jengkal kehidupan masyarakat kita,” ungkapnya.

Karnaval tersebut menunjukkan bahwa pelestarian Baju Kuruang Basiba dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan yang dekat dengan masyarakat. Festival Literasi Budaya menjadi wadah untuk memperkenalkan kembali busana adat tersebut sekaligus menjelaskan nilai yang melekat di dalamnya.

Dengan melibatkan generasi muda, Baju Kuruang Basiba tidak hanya dikenalkan sebagai bagian dari warisan leluhur, tetapi juga sebagai sarana untuk memahami nilai kepatutan, identitas, dan kebanggaan terhadap jati diri.

Upaya Pemko Pariaman tersebut menempatkan Baju Kuruang Basiba sebagai bagian penting dalam literasi budaya. Melalui karnaval, busana adat tersebut kembali hadir di tengah masyarakat sekaligus menjadi pengingat terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. (*)

Halaman:

Tags

Terkini