Haipadang.com – Usianya baru 6 tahun 10 bulan, tetapi Alesha Alicia Novea sudah berani tampil di arena Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat (Porprov Sumbar) 2026. Pesenam cilik asal Kota Payakumbuh itu bahkan berhasil membawa pulang medali perunggu dari cabang olahraga senam disiplin aerogym kategori trio.
Alesha tampil bersama dua pesenam muda lainnya, Tsafani Izzatunnisa dan Adiba Khanza Zahra. Ketiganya berhasil menempati posisi peraih medali dalam pertandingan yang berlangsung di GOR Senam Semen Padang, Rabu (7/10/2026).
Penampilan trio cilik tersebut menjadi salah satu catatan menarik dari persaingan senam di Porprov Sumbar 2026. Di tengah kompetisi yang diikuti para atlet dengan pengalaman bertanding, Alesha yang masih berusia sangat muda mampu menunjukkan keberanian untuk tampil di arena pertandingan.
Bagi Kota Payakumbuh, capaian tersebut juga memperlihatkan adanya proses pembinaan atlet senam sejak usia dini. Alesha, Tsafani, dan Adiba menjadi bagian dari generasi muda yang mulai menunjukkan hasil dari proses pembinaan tersebut melalui ajang olahraga tingkat provinsi.
Menariknya, kecintaan Alesha terhadap senam tumbuh dari lingkungan keluarganya. Sang ayah, Aldi Kristian, merupakan salah satu pelatih senam di Payakumbuh. Aldi juga tergabung dalam tim pelatih Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Sumbar.
Meski memiliki latar belakang keluarga yang dekat dengan olahraga senam, Aldi memastikan keputusan Alesha untuk menekuni olahraga tersebut bukan karena paksaan dari keluarga.
“Kami tidak pernah memaksakan Alesha untuk turun ke arena senam. Ini murni kemauan dan antusiasme anaknya sendiri. Sebagai orang tua sekaligus pelatih, tugas kami sekadar memfasilitasi dan mendukung keinginannya secara profesional,” ungkap Aldi, dikutip Kamis (8/10/2026).
Dukungan keluarga tersebut menjadi bagian dari perjalanan Alesha dalam menjalani aktivitas senam. Keinginan sang anak untuk berlatih dan bertanding kemudian difasilitasi oleh orang tua yang juga memahami dunia senam.
Keberhasilan Alesha bersama Tsafani dan Adiba meraih perunggu mendapat perhatian dari Ketua Persatuan Senam Indonesia (Persani) Kota Payakumbuh, Muslim. Menurutnya, prestasi tersebut tidak terlepas dari proses regenerasi atlet yang mulai berjalan secara tertata.
Muslim melihat capaian ketiga pesenam muda itu sebagai tanda bahwa pembinaan atlet senam di Payakumbuh terus berlanjut. Keberadaan atlet muda seperti Alesha, Tsafani, dan Adiba dinilai menunjukkan bahwa regenerasi dalam cabang olahraga tersebut tetap berjalan.
“Terlepas dari peran lingkungan keluarga, capaian Alesha, Tsafani, dan Adiba menunjukkan bahwa tongkat estafet senam di Payakumbuh tidak terputus. Ini harus menjadi pelecut motivasi bagi atlet muda lainnya untuk terus mematangkan teknik hingga kelak mampu menembus kancah internasional,” kata Muslim.
Perhatian terhadap ketiga atlet belia tersebut juga datang dari pelatih senam Payakumbuh, Siska Fitri Yani. Ia memberikan apresiasi atas keberanian dan daya juang anak asuhnya ketika tampil dalam pertandingan.
Menurut Siska, hasil yang diraih di Porprov Sumbar 2026 perlu dilihat sebagai bagian dari proses perkembangan atlet. Meski trio tersebut belum berhasil mendapatkan medali emas, perunggu yang diraih tetap memiliki nilai penting untuk melihat perkembangan kemampuan mereka.
“Kerja keras dan semangat anak-anak patut diacungi jempol. Walaupun belum meraih emas, ini adalah modal berharga. Perjalanan mereka masih sangat panjang, dan Porprov tahun ini hanyalah garis start bagi generasi baru senam Payakumbuh,” tutur Siska.