Veda Ega Pratama Finis Keenam di Moto3 Mandalika 2026, Cetak Sejarah untuk Indonesia

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Senin, 12 Oktober 2026 | 22:18 WIB
Veda Ega Pratama di Moto3 Mandalika 2026 (Foto: Instagram/Veda Egapratama)
Veda Ega Pratama di Moto3 Mandalika 2026 (Foto: Instagram/Veda Egapratama)

Haipadang.com – Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil menorehkan pencapaian membanggakan pada balapan kandang Moto3 Mandalika 2026. Mengendarai motor Honda Team Asia, Veda finis di posisi keenam dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10/2026).

Hasil tersebut menjadi catatan positif bagi Veda yang mampu memperbaiki posisi dari urutan ketujuh saat start menjadi keenam ketika menyentuh garis finis. Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu juga membawa pulang tambahan 10 poin setelah menghadapi persaingan ketat dengan para pembalap muda dari berbagai negara.

Lebih dari sekadar tambahan poin, hasil di Mandalika menempatkan Veda sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil finis di enam besar dalam balapan Moto3 di sirkuit tersebut. Pencapaian ini menjadi sorotan tersendiri bagi pembalap yang sedang menjalani musim debutnya di kejuaraan dunia Moto3.

Veda mengaku senang dapat menyelesaikan balapan di posisi enam besar, terlebih karena hasil tersebut diraih di hadapan pendukung Indonesia. Ia juga menilai balapan tersebut memberikan pengalaman yang menyenangkan.

"Saya sangat senang bisa finis di enam besar hari ini dan meraih poin penting. Saya sangat menikmati balapan ini," kata Veda, di laman resmi Honda Team Asiayang dikutip Senin (12/10/2026).

Veda Ega Pratama Sempat Menembus Posisi Kedua

Persaingan Moto3 Mandalika 2026 langsung berlangsung ketat sejak awal balapan. Veda mengawali lomba dengan baik dan mampu memperbaiki posisinya tidak lama setelah start.

Memulai balapan dari urutan ketujuh, Veda langsung naik ke posisi keenam. Performa kompetitifnya berlanjut hingga putaran kedua, ketika ia berhasil menembus posisi kedua dan bersaing di barisan depan.

Posisi tersebut memperlihatkan kemampuan Veda untuk mengikuti kecepatan para pembalap terdepan. Namun, persaingan yang rapat membuatnya harus bekerja keras untuk mempertahankan tempat di kelompok terdepan.

Sejumlah rival, termasuk Adrian Fernandez, Alvaro Carpe, David Almansa, dan Guido Pini, turut memberikan tekanan sepanjang balapan. Mereka sama-sama berusaha merebut posisi terbaik sehingga perubahan urutan pembalap terjadi berulang kali.

Dalam situasi tersebut, Veda sempat kehilangan beberapa posisi. Meski demikian, pembalap Honda Team Asia itu tetap berupaya menjaga ritme balapan dan mengendalikan motornya agar tetap memiliki peluang untuk meraih poin.

Persaingan semakin dinamis ketika balapan memasuki pertengahan lomba. Sebuah insiden di lintasan turut memengaruhi komposisi persaingan, yakni kecelakaan yang melibatkan Adrian Cruces pada putaran ke-13.

Situasi tersebut membuka peluang bagi para pembalap untuk memperbaiki posisi. Veda berusaha memanfaatkan perkembangan di lintasan guna mendekati kelompok pembalap di depannya dan mempertahankan peluang meraih hasil maksimal.

Maximo Quiles Menang di Mandalika dan Kunci Gelar Juara Dunia

Di tengah persaingan tersebut, Maximo Quiles tampil dominan bersama CFMOTO Gaviota Aspar Team. Ia berhasil mengambil alih pimpinan lomba dan secara bertahap membangun jarak dari para pesaingnya.

Quiles akhirnya menyelesaikan balapan sebagai pemenang dengan catatan waktu 32 menit 36,821 detik. Hasil tersebut menempatkannya di depan David Almansa yang finis di posisi kedua, sementara Brian Uriarte menempati urutan ketiga sekaligus melengkapi podium Moto3 Mandalika 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Rekomendasi

Terkini

PSMS Medan Waspadai Kebangkitan Semen Padang FC

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:05 WIB
X