berita

Aksi Bela Palestina di Sumbar Kumpulkan Rp1,67 Miliar, Ada Emas dan Perak

Senin, 5 Oktober 2026 | 09:24 WIB
Aksi Bela Palestina di Halaman Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (4/10/2026). (Foto: Humas Pemprov Sumbar)

Haipadang.com – Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan dukungannya terhadap Palestina melalui aksi solidaritas yang tidak hanya diwujudkan dalam kehadiran massa, tetapi juga donasi. Dalam Aksi Bela Palestina yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (4/10/2026), dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp1.677.299.899.

Jumlah tersebut belum termasuk berbagai bentuk sumbangan lain yang diberikan dalam aksi tersebut. Tercatat ada 0,5 emas, 10 gram perak, 32 ringgit, dan 10 riyal yang turut terkumpul sebagai bagian dari donasi untuk Palestina.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mengambil bagian dalam penggalangan dukungan tersebut. Donasi datang dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar, Bank Nagari, instansi vertikal, hingga masyarakat Sumbar.

Mahyeldi juga secara khusus menyampaikan apresiasi kepada QUPRO Indonesia yang dinilai aktif menggalang solidaritas. Menurutnya, dukungan QUPRO Indonesia turut membantu terselenggaranya Aksi Bela Palestina tersebut.

Besarnya donasi yang terkumpul, menurut Mahyeldi, menjadi gambaran kepedulian masyarakat Sumbar terhadap kondisi kemanusiaan yang dihadapi rakyat Palestina. Solidaritas itu ditunjukkan melalui aksi bersama dan dukungan yang diberikan untuk Palestina.

Aksi solidaritas tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Sumbar ke-81. Kegiatan itu turut dihadiri Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfattah Ahmed Khalil Al Sattari, Bang Onim, Opick Tombo Ati, serta Izzatul Islam.

Dikaitkan dengan Sejarah Perjuangan Sumbar

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi tidak hanya berbicara mengenai dukungan untuk Palestina. Ia juga menghubungkan semangat solidaritas tersebut dengan perjalanan panjang Sumbar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Mahyeldi menjelaskan, 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Jadi Sumbar karena berkaitan dengan peristiwa pengambilalihan kembali Keresidenan Sumbar dari pemerintahan Jepang pada 1 Oktober 1945.

“Ini dilandaskan dari peristiwa diambil alihnya Residen Sumbar dari pemerintahan Jepang. Maka dari situlah 1 Oktober dijadikan sebagai Hari Jadi Sumbar,” ujarnya.

Menurut Mahyeldi, perjalanan bangsa Indonesia tidak terlepas dari berbagai tantangan terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, semangat perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu dinilai perlu terus diteruskan kepada generasi berikutnya.

“Perjalanan bangsa ini sudah begitu panjang, dan kita telah mengalami tantangan demi tantangan,” katanya.

Mahyeldi kemudian menegaskan besarnya kontribusi Sumbar dalam perjalanan sejarah Indonesia. Menurutnya, daerah tersebut telah melahirkan sejumlah tokoh dan pejuang bangsa.

Nama-nama yang disebut Mahyeldi antara lain Agus Salim, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Tan Malaka, Mohammad Natsir, dan Mohammad Yamin.

“Ini menunjukkan kepada kita betapa besarnya kontribusi Sumbar untuk Indonesia, dengan menghadirkan putra-putri terbaiknya, dengan menghadirkan generasi-generasi terbaiknya demi untuk Indonesia,” katanya.

Halaman:

Tags

Terkini