berita

Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik, Pemerintah Ungkap Alasannya

Senin, 5 Oktober 2026 | 22:15 WIB
Ilustrasi Pengisian BBM (Foto: Pertamina Patra Niaga)

Haipadang.com — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, baik bensin maupun solar, tidak mengalami kenaikan. Kebijakan tersebut ditempuh pemerintah untuk menjaga stabilitas inflasi nasional sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan harga BBM subsidi memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat. Hal itu terutama dirasakan oleh kelompok yang menggunakan BBM untuk mendukung aktivitasnya, seperti nelayan dan petani.

Pernyataan tersebut disampaikan Laode dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang disiarkan secara daring melalui YouTube Kemendagri, Senin (5/10/2026).

"Jadi yang pertama tadi sudah saya sebutkan bahwa yang paling utama dari pengendalian inflasi dari BBM ini adalah menjaga agar BBM subsidi, solar dan bensin itu diharga tetap, tidak ada kenaikan. Kenapa? Karena ini adalah komponen terbesar yang juga dipakai oleh nelayan dan petani," ujar Laode.

Menurut pemerintah, menjaga harga BBM subsidi menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pengendalian inflasi. Harga BBM juga berkaitan dengan aktivitas masyarakat yang membutuhkan bahan bakar untuk menjalankan kegiatan sehari-hari.

Pemerintah Berburu Minyak ke Negara Pemilik Stok

Di tengah kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi, pemerintah juga menyiapkan langkah untuk memastikan kebutuhan minyak dalam negeri tetap terpenuhi.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah melalui skema hunting minyak secara langsung ke negara-negara yang memiliki kelebihan stok. Strategi tersebut ditempuh karena kebutuhan minyak nasional masih bergantung pada pasokan dari luar negeri.

Laode menyebut sekitar 25 persen kebutuhan minyak dalam negeri masih dipenuhi melalui impor. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu memastikan ketersediaan minyak tetap terjaga.

Skema hunting dilakukan ketika proses pengadaan melalui mekanisme lelang tidak lagi mendapatkan banyak peserta. Pemerintah kemudian mencari negara yang memiliki stok minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Jika sebelumnya Pertamina itu melakukan lelang, maka sekarang lelang itu relatif pesertanya tidak ada. Jadi, kita harus cari negara-negara yang punya kelebihan stok, kita beli dengan harga akan bisa berpotensi lebih tinggi daripada harga kalau kita lakukan dengan pengadaan biasa," paparnya.

Dengan skema tersebut, pemerintah berupaya mendapatkan pasokan minyak meskipun harga yang diperoleh berpotensi lebih tinggi dibandingkan pengadaan melalui mekanisme biasa.

Stok BBM Dijaga 18-20 Hari

Selain menjaga harga dan mencari pasokan minyak, pemerintah memastikan ketahanan stok BBM nasional tetap berada pada kisaran 18-20 hari.

Laode menyebut ketersediaan stok tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga pasokan energi nasional. Pemerintah berupaya agar kebutuhan BBM masyarakat tetap dapat dipenuhi di tengah berbagai kondisi yang memengaruhi distribusi.

Hal itu juga berkaitan dengan antrean BBM yang sempat terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kementerian ESDM menyatakan antrean tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan stok BBM nasional.

Halaman:

Tags

Terkini