berita

Pe’Lah Mulai Berjalan, Warga Padang Didorong Pilah Sampah Sejak dari Rumah

Selasa, 6 Oktober 2026 | 16:09 WIB
Program Pe’Lah mulai berjalan di Padang. Warga didorong memilah sampah dari rumah. (Foto: Kominfo Padang)

Dalam menjalankan tugasnya, Penggerak Pilah mendampingi operator LPS ketika memberikan pelayanan pengumpulan sampah dari rumah ke rumah. Mereka memastikan proses pengumpulan berlangsung sesuai jadwal sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

Edukasi tersebut mencakup tata cara pemilahan hingga membantu warga mengenali jenis sampah yang harus dipisahkan. Penggerak Pilah juga melakukan pemantauan terhadap penerapan pemilahan sampah di lapangan.

Pendampingan itu sekaligus menjadi sarana bagi pemerintah untuk melihat perkembangan penerapan pemilahan pada tingkat rumah tangga. Berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan dapat diidentifikasi sehingga dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pelayanan persampahan.

LPS Jadi Ujung Tombak Pengumpulan

Dalam skema pengelolaan sampah yang didorong melalui Pe’Lah, LPS memiliki posisi penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. LPS menjadi ujung tombak pengumpulan sampah yang telah dipilah dari rumah.

Sementara itu, masyarakat memiliki peran utama dalam memastikan sampah sudah dipisahkan sejak awal. Dengan demikian, proses pengelolaan tidak dimulai ketika sampah tiba di lokasi pengumpulan, melainkan sejak masyarakat menghasilkan sampah tersebut di rumah.

Fadelan menegaskan keberhasilan pemilahan dari sumber sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Penggerak Pilah diharapkan membantu mempercepat perubahan perilaku tersebut melalui pendampingan secara langsung.

“LPS memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan pengumpulan sampah terpilah, sementara masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pemilahan dari sumber. Dengan dukungan Penggerak Pilah, proses perubahan perilaku masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan terarah,” kata Fadelan.

Kolaborasi antara masyarakat dan LPS tersebut kemudian diperkuat dengan peran Penggerak Pilah sebagai pendamping di lapangan. Pemerintah juga mendorong keterlibatan berbagai unsur di tingkat wilayah agar pelaksanaan program dapat berjalan secara bersama-sama.

Camat hingga RT/RW Dilibatkan

Pemko Padang mengajak camat, lurah, RT/RW, pengurus LPS, pengelola bank sampah, serta seluruh unsur masyarakat untuk bersama-sama mengaktifkan pengelolaan sampah terpadu di wilayah masing-masing.

Pelibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Padang Rancak, terutama dalam membangun budaya kebersihan yang berbasis pada partisipasi masyarakat.

Kebersihan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kondisi jalan, fasilitas umum, atau kawasan permukiman. Cara masyarakat mengelola sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Karena itu, pemilahan dari rumah menjadi salah satu titik penting dalam pelaksanaan program. Masyarakat didorong untuk tidak mencampurkan seluruh jenis sampah, melainkan memisahkannya sesuai kategori yang telah ditetapkan.

Sampah sisa makanan dapat diarahkan untuk pengolahan seperti budidaya maggot dan komposting. Sementara itu, plastik, kertas, kardus, logam, kaca, serta material bernilai lainnya dapat disalurkan melalui bank sampah maupun kegiatan daur ulang.

Ditargetkan Kurangi Sampah ke TPA Aie Dingin

Aktivasi pengelolaan sampah terpadu melalui Program Pe’Lah juga diarahkan untuk mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPA Aie Dingin.

Dengan pemilahan sejak sumber, sebagian sampah dapat dimanfaatkan atau diolah kembali sesuai karakteristiknya. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan pemanfaatan sampah melalui pengolahan dan daur ulang sekaligus mengurangi jumlah sampah yang harus berakhir di TPA.

Halaman:

Tags

Terkini