Haipadang.com – Demam tinggi yang muncul secara mendadak dapat menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan ketika seseorang mengalami Influenza A. Kondisi tersebut dapat disertai nyeri otot, tubuh terasa pegal, hingga berbagai keluhan pada saluran pernapasan.
Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik, dr. M Edwin Widyanto Daniwijaya, Ph.D., Sp.MK, menjelaskan karakteristik gejala Influenza A dalam video mengenai Influenza A yang ditayangkan pada 25 September 2026.
Menurut Edwin, gejala Influenza A memang memiliki kemiripan dengan flu yang umum dialami masyarakat. Namun, salah satu hal yang membedakannya dapat terlihat dari kemunculan demam yang lebih mendadak dan peningkatan suhu tubuh yang tinggi.
“Sebenarnya flu Influenza A itu kurang lebih sama seperti flu-nya, tapi dia memiliki perbedaan sedikit dengan suhu tubuh yang lebih mendadak tinggi,” ujar Edwin.
Dalam kondisi tersebut, suhu tubuh penderita dapat meningkat hingga sekitar 38-40 derajat Celsius. Demam juga dapat muncul bersamaan dengan nyeri otot sehingga tubuh terasa pegal.
Selain demam dan nyeri otot, Influenza A dapat menimbulkan sejumlah gejala lain. Keluhan yang muncul antara lain batuk, sakit tenggorokan, pilek, sakit kepala, serta rasa lelah. Gejala Influenza A juga cenderung muncul secara tiba-tiba jika dibandingkan dengan flu biasa.
Meski gejalanya dapat terasa cukup berat, masyarakat tidak perlu langsung panik ketika mengalami influenza. Sebagian besar penderita dapat mengalami pemulihan dalam beberapa hari hingga kurang dari dua minggu.
Selama mengalami gejala, istirahat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Penderita juga perlu memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi. Selain itu, kontak dekat dengan orang lain sebaiknya dikurangi selama gejala masih berlangsung.
Edwin mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan berbagai keluhan yang muncul setelah mengalami demam maupun gangguan pada saluran pernapasan. Pemeriksaan ke layanan kesehatan dapat dilakukan ketika gejala mulai dirasakan.
“Bagi sahabat semua bila menemukan gejala yang demam ataupun mulai pilek ataupun yang merasa pegel-pegel, sakit kepala, segera periksa ke layanan kesehatan,” katanya.
Perhatian lebih juga diperlukan apabila Influenza A dialami oleh orang yang memiliki risiko mengalami komplikasi. Kelompok yang perlu mendapat perhatian tersebut mencakup lansia, anak kecil, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis tertentu.
Pada kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan pemberian obat antivirus. Penggunaan obat antivirus akan lebih efektif apabila diberikan sedini mungkin, terutama dalam satu hingga dua hari setelah gejala mulai muncul.
Sementara itu, antibiotik tidak digunakan untuk mengobati influenza. Hal tersebut karena influenza disebabkan oleh virus, bukan bakteri. Karena itu, penggunaan obat perlu disesuaikan dengan kondisi penderita dan anjuran dari tenaga kesehatan.
Masyarakat juga perlu mengenali sejumlah tanda yang membutuhkan pertolongan medis segera. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain sesak atau kesulitan bernapas, nyeri atau tekanan di dada, kebingungan, dehidrasi, serta kelemahan berat.