berita

Unand Kembangkan Smart Agriculture, Dorong Komoditas Sumbar Naik Kelas

Kamis, 8 Oktober 2026 | 06:28 WIB
Universitas Andalas (Foto: Unand)

“Tema ini relevan untuk mendorong adopsi teknologi cerdas agar produktivitas meningkat tanpa merusak lingkungan, sekaligus memastikan teknologi tersebut dapat menjangkau dan memberikan manfaat bagi petani kecil,” tambah Efa.

Hadirkan Akademisi dari Sejumlah Negara

ICSAB ke-7 tidak hanya mempertemukan akademisi dan peneliti dari lingkungan Unand. Konferensi tersebut menghadirkan sejumlah pembicara utama dari berbagai perguruan tinggi internasional untuk membahas inovasi pertanian berkelanjutan dan pengembangan teknologi pertanian cerdas.

Para pembicara berasal dari sejumlah negara dan perguruan tinggi. Mereka yakni Assoc. Prof. Panida Boonyaritthongchai dari Mongkut's University of Technology Thonburi (KMUTT), Thailand; Assoc. Prof. Vilim Filipovic dari Queensland, Australia; Prof. Takashi Okayasu dari Kyushu University, Jepang; Assoc. Prof. Shamsiah Abdullah dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia; serta Putri Wulandari Zainal, Ph.D. dari Unand.

Kehadiran pembicara dari sejumlah perguruan tinggi tersebut memperluas ruang pertukaran pengetahuan terkait pertanian berkelanjutan. Forum ICSAB menjadi bagian dari upaya mempertemukan perspektif akademik dan pengalaman dari berbagai negara dalam menghadapi persoalan pertanian serta sistem pangan.

Selain konferensi, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penguatan kerja sama internasional. Unand melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan sejumlah perguruan tinggi mitra.

Perguruan tinggi yang terlibat dalam kerja sama tersebut yakni Universiti Teknologi MARA (UiTM), Kyushu University, Mongkut's University of Technology Thonburi (KMUTT), dan Gifu University.

Kerja sama dengan sejumlah institusi pendidikan tinggi tersebut menjadi bagian dari strategi Unand untuk memperluas jejaring internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi, serta pengembangan teknologi.

Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan dan penguatan sistem pangan. Dengan melibatkan mitra dari berbagai negara dan latar belakang keilmuan, Unand mendorong pengembangan inovasi agar tidak berhenti sebagai pembahasan akademik.

Teknologi pertanian cerdas diharapkan dapat diarahkan pada persoalan konkret yang dihadapi masyarakat, termasuk persoalan produktivitas, pengelolaan komoditas, keterbatasan sumber daya, serta kebutuhan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.

Dalam konteks Sumbar, pengembangan inovasi tersebut menjadi semakin penting karena daerah ini memiliki komoditas dengan potensi ekspor, tetapi sebagian hasilnya masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah atau setengah jadi. Keterlibatan perguruan tinggi melalui riset, inovasi, dan kolaborasi internasional diarahkan untuk memperkuat kemampuan pengolahan sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi bagi petani kecil.

Melalui ICSAB ke-7 dan jejaring kerja sama yang dibangun bersama perguruan tinggi internasional, Unand memperluas ruang pengembangan smart agriculture yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga pada produktivitas, manfaat bagi petani, penguatan daya saing komoditas, dan keberlanjutan sistem pangan. (*)

Halaman:

Tags

Terkini