berita

Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi Didorong di Padang, Ini Alasannya

Kamis, 8 Oktober 2026 | 08:10 WIB
Ilustrasi Budidaya Ikan (Foto: Lentera Desa)

Haipadang.com – Produksi ikan air tawar di Kota Padang dinilai masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Padang mengembangkan budidaya ikan tematik melalui sistem Recirculating Aquaculture System (RAS) dan Mina Padi sebagai salah satu strategi meningkatkan produksi perikanan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan hal tersebut saat membuka Sosialisasi Program Budidaya Ikan Tematik Sistem RAS dan Mina Padi di Gedung Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Aie Pacah, pada Rabu (7/10/2026).

Menurut Maigus, kebutuhan masyarakat terhadap sumber protein hewani dari ikan terus meningkat. Pertumbuhan populasi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi peningkatan kebutuhan tersebut. Selain itu, keberadaan program strategis Makan Bergizi Gratis turut membuat kebutuhan terhadap pasokan protein semakin besar.

Di sisi lain, kemampuan produksi perikanan air tawar di Kota Padang saat ini belum mencukupi. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena sebagian wilayah Kota Padang juga terdampak bencana banjir bandang pada 2025.

Untuk mendukung pelaksanaan program budidaya ikan tematik tersebut, Maigus meminta jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan segera melakukan pendataan.

“Seluruh camat dan lurah segera melakukan pendataan calon penerima serta lokasi bantuan budidaya sesuai dengan petunjuk teknis dari Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang,” ujar Maigus.

Pendataan calon penerima dan lokasi bantuan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program agar pengembangan budidaya dapat dilakukan sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang.

Program tersebut mengandalkan dua pendekatan budidaya, yakni sistem RAS dan Mina Padi. Keduanya memiliki karakteristik berbeda dalam mendukung peningkatan produksi perikanan.

Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang Alfiadi menjelaskan, sistem RAS memberikan peluang untuk meningkatkan produksi ikan secara signifikan tanpa harus bergantung pada ketersediaan lahan yang luas.

Sistem tersebut juga tidak mengharuskan pembudidaya memiliki ketersediaan air dalam jumlah melimpah. Dengan karakteristik tersebut, RAS menjadi salah satu pendekatan yang didorong dalam pengembangan budidaya ikan tematik di Kota Padang.

Sementara itu, Mina Padi menggabungkan kegiatan budidaya ikan dengan penanaman padi dalam satu sistem. Pendekatan tersebut memungkinkan sektor perikanan dan pertanian berjalan secara terintegrasi.

“Sedangkan sistem Mina Padi mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman padi secara ramah lingkungan tanpa mengurangi hasil panen,” kata Alfiadi.

Pengembangan RAS dan Mina Padi tersebut merupakan bagian dari Program Nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia periode 2025 hingga 2029. Di Kota Padang, program ini diarahkan untuk meningkatkan produksi perikanan sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Program budidaya ikan tematik tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Pengembangan budidaya melalui sistem yang disesuaikan dengan kondisi lahan dan ketersediaan air menjadi salah satu upaya yang disiapkan untuk menopang perekonomian masyarakat Kota Padang. (*)

Tags

Terkini