berita

Waspada Banjir Rob, BMKG Prediksi Pasang Air Laut Capai 1,5 Meter di Pesisir Sumbar

Kamis, 8 Oktober 2026 | 14:19 WIB
Ilustrasi Banjir Rob (Foto: Pexels)

Haipadang.com — Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir Sumatera Barat (Sumbar) dan Kepulauan Mentawai diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob pada 9–12 Oktober 2026.

BMKG Maritim Teluk Bayur menjelaskan potensi banjir rob tersebut berkaitan dengan fenomena astronomi bulan baru atau new moon yang terjadi pada 10 Oktober 2026. Fase bulan baru secara alamiah dapat memicu peningkatan kenaikan muka air laut di wilayah perairan setempat.

Berdasarkan analisis cuaca pesisir yang dilakukan BMKG, pasang air laut maksimum diprakirakan berada pada kisaran 1,3 hingga 1,5 meter. Kondisi tersebut diperkirakan mencapai puncaknya pada malam hari, sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 WIB.

Potensi kenaikan air laut tersebut perlu diwaspadai karena berlangsung bersamaan dengan kondisi cuaca yang berpotensi memengaruhi kawasan pesisir dan perairan Sumbar serta Mentawai. BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dapat terjadi selama periode 9–12 Oktober 2026.

Hujan tersebut juga berpeluang disertai angin kencang di wilayah perairan Sumbar dan Kepulauan Mentawai. Sementara itu, kecepatan angin di kawasan pesisir diprakirakan berada pada kisaran 2 hingga 15 knot.

Kondisi laut selama periode tersebut juga perlu menjadi perhatian. BMKG memprakirakan tinggi gelombang berada pada rentang 0,50 hingga 1,50 meter.

Sejumlah wilayah pesisir Sumbar masuk dalam daftar kawasan yang berpotensi terdampak luapan pasang air laut. BMKG mencatat wilayah tersebut meliputi pesisir Pasaman Barat, Agam, Kota Padang, Padang Pariaman, dan Pesisir Selatan.

Selain wilayah pesisir di daratan Sumbar, Kepulauan Mentawai juga termasuk kawasan yang perlu mewaspadai potensi luapan air laut selama periode tersebut.

Meski terdapat potensi kenaikan air laut dan kondisi cuaca yang menyertainya, BMKG mengategorikan skala dampak fenomena banjir rob tersebut pada tingkat ringan.

BMKG Maritim Teluk Bayur mengimbau masyarakat yang bermukim maupun melakukan aktivitas di sekitar tepi pantai agar tidak panik menghadapi potensi tersebut. Warga diminta tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan selama periode yang telah diprakirakan. (*)

Tags

Terkini