Meski menghadapi kendala tersebut, Tim SAR Gabungan telah melakukan evakuasi terhadap 238 warga dari sejumlah kawasan terdampak. Evakuasi dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur dan menggunakan peralatan penyelamatan yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Rincian Evakuasi 238 Warga di Sejumlah Lokasi
Berdasarkan pendataan BPBD Kota Padang, proses evakuasi dilakukan di beberapa titik di Kecamatan Kuranji dan Koto Tangah. Di Kecamatan Kuranji, petugas mengevakuasi 20 jiwa dari kawasan Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, serta lima jiwa dari kawasan Guo yang juga berada di Kelurahan Kuranji.
Sementara itu, di Kecamatan Koto Tangah, sebanyak 30 jiwa dievakuasi dari Perumahan Abi, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto. Petugas juga mengevakuasi lima jiwa dari Kampung Apa, yang berada di kelurahan yang sama.
Jumlah evakuasi terbesar tercatat di kawasan Perumahan Lumin Park, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah. Dari kawasan tersebut, sebanyak 178 jiwa dievakuasi. Lokasi evakuasi mencakup Cluster Grandia, Cluster Lumin Park, dan Lumin Park.
Jika dirinci berdasarkan lokasi yang disebutkan dalam laporan, evakuasi mencakup 25 jiwa di kawasan Kuranji, 35 jiwa di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, serta 178 jiwa dari kawasan Perumahan Lumin Park dan klaster yang tercantum dalam laporan. Total warga yang dievakuasi mencapai 238 jiwa.
Penanganan banjir melibatkan sejumlah unsur, yakni Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar), Pemerintah Kota (Pemko) Padang, Basarnas, TNI, Polri, relawan kebencanaan, serta masyarakat setempat.
Berbagai peralatan turut digunakan untuk mendukung operasi di lapangan. Peralatan tersebut meliputi perahu penyelamatan, mobil ambulans, tali-temali, helm penyelamatan, pelampung, mobil rescue, dan truk serba guna.
Keterlibatan berbagai unsur dan penggunaan peralatan penyelamatan diperlukan untuk mendukung evakuasi warga serta penanganan di wilayah yang terdampak genangan.
Tanggul Jebol di Lapau Munggu Perlu Diperbaiki
Di tengah penanganan banjir, perbaikan tanggul yang jebol di daerah aliran Sungai Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, menjadi salah satu kebutuhan darurat. Kerusakan tanggul tersebut memerlukan penanganan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko banjir terhadap kawasan permukiman di sekitarnya.
Selain perbaikan infrastruktur, BPBD Kota Padang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana susulan. Potensi bencana yang perlu diantisipasi meliputi banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang.
"Masyarakat diminta mewaspadai sejumlah potensi bencana susulan yang perlu diwaspadai, yakni banjir, banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang," katanya.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak siang hari dan menyebabkan genangan di sejumlah kelurahan. Masyarakat yang tinggal di kawasan terdampak diminta memperhatikan perkembangan kondisi cuaca, terutama apabila hujan deras kembali terjadi.
Hendri mengatakan BPBD Kota Padang masih melakukan pendataan dan penanganan sesuai dengan situasi di lapangan. Data mengenai jumlah warga terdampak, kerusakan rumah, dan kondisi infrastruktur juga dapat berubah mengikuti perkembangan kejadian.
"Masyarakat di wilayah terdampak perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras kembali terjadi. BPBD Kota Padang terus melakukan pendataan dan penanganan berdasarkan kondisi di lapangan. Data mengenai jumlah warga terdampak, kerusakan rumah, serta kondisi infrastruktur dapat berubah seiring perkembangan situasi bencana," pungkasnya. (*)