berita

Tari Tapak Kubuang Tigo Baleh Angkat Jejak Leluhur di Rang Solok Baralek Gadang 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:05 WIB
Tari Tapak Kubuang saat Pembukaan Rang Solok Baralek Gadang 2026. (Foto: Prokopim Kota Solok)

Haipadang.com – Tari massal Tapak Kubuang Tigo Baleh yang dibawakan siswa-siswi SMP se-Kota Solok menjadi salah satu penampilan utama dalam pembukaan Rang Solok Baralek Gadang 2026. Mengangkat nilai perjuangan, kepemimpinan adat, gotong royong, dan musyawarah, pertunjukan tersebut menjadi penghormatan terhadap jejak leluhur sekaligus pengingat pentingnya menjaga tradisi Minangkabau.

Tarian itu ditampilkan saat pembukaan Rang Solok Baralek Gadang 2026 di Lapangan Merdeka Kota Solok, Sabtu (10/10/2026). Perhelatan budaya yang memasuki penyelenggaraan kelima ini berlangsung selama empat hari, mulai 10 hingga 13 Oktober 2026.

Melalui gerakan yang berpadu dalam satu kesatuan, para pelajar menggambarkan semangat kebersamaan dalam membangun ranah kehidupan baru yang berlandaskan adat. Pesan yang disampaikan menekankan bahwa adat dan ranah akan terus hidup apabila dijaga serta dirawat bersama oleh masyarakat.

“Dari langkah yang berbeda, lahir satu tujuan, dari perjalanan dan persatuan, terbentuklah Kubuang Tigo Baleh,” menjadi pesan utama yang diangkat dalam karya tari tersebut.

Pembukaan Rang Solok Baralek Gadang 2026 diawali dengan pawai budaya yang menampilkan kekayaan tradisi dan keberagaman budaya. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan seremoni pembukaan di Lapangan Merdeka Kota Solok.

Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, mengajak masyarakat menjadikan RSBG sebagai momentum memperkuat jati diri budaya Minangkabau, mempererat persaudaraan, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Solok.

Dalam sambutannya, Ramadhani menyampaikan bahwa Rang Solok Baralek Gadang bukan sekadar pergelaran seni dan budaya. Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan identitas masyarakat Minangkabau yang teguh memegang adat, berlandaskan agama, dan bangga terhadap tanah kelahiran.

“Rang Solok Baralek Gadang adalah cermin siapa kita, masyarakat Minangkabau yang teguh memegang adat, berpegang pada agama, dan bangga pada tanah kelahiran. Di sini kita hadir bukan hanya untuk menyaksikan seni, budaya, dan tradisi, tetapi juga untuk menyatukan hati, menumbuhkan harapan, serta merawat warisan untuk anak cucu kita,” ungkapnya.

Anggota DPD RI, Irman Gusman, yang hadir dalam kegiatan tersebut, turut mengapresiasi penyelenggaraan Rang Solok Baralek Gadang. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang penting untuk mempertahankan kelestarian budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Minangkabau kepada masyarakat luas.

Penyelenggaraan Rang Solok Baralek Gadang tahun ini semakin istimewa karena telah menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pengakuan tersebut menjadi peluang bagi Kota Solok untuk memperluas promosi potensi pariwisata dan budaya sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai Kota Madani dengan tagline “Kota Beras Serambi Madinah”.

Selain menjadi panggung pelestarian tradisi, RSBG diharapkan memberi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seniman, serta generasi muda untuk berkreasi dan mengembangkan potensi ekonomi lokal.

Selama empat hari penyelenggaraan, rangkaian kegiatan akan diisi berbagai agenda, perlombaan, pertunjukan seni tradisional dan modern, serta penampilan artis daerah dan nasional. Beragam acara tersebut diharapkan dapat memperluas keterlibatan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi budaya Kota Solok kepada khalayak yang lebih luas.

Ramadhani berharap Rang Solok Baralek Gadang tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi perkembangan pariwisata, pertumbuhan ekonomi kreatif, dan kesejahteraan warga Kota Solok.

Melalui perhelatan tersebut, Pemerintah Kota Solok terus mendorong agar kekayaan tradisi tetap hidup di tengah masyarakat dan menjadi salah satu kekuatan pembangunan bagi generasi masa kini maupun mendatang. (*)

Tags

Terkini