berita

MTQ Nasional ke-42 Kota Padang Dibuka, 663 Kafilah Siap Berlomba

Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:05 WIB
Pembukaan MTQ Nasional ke-42 tingkat Kota Padang, Sabtu malam (10/10/2026). (Foto: Kominfo Padang)

Haipadang.com – Sebanyak 663 kafilah dari 11 kecamatan se-Kota Padang mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-42 tingkat Kota Padang yang resmi dibuka pada Sabtu malam (10/10/2026). Dalam pembukaan yang berlangsung di Lapangan Upacara Balai Kota Padang tersebut, Kafilah Kecamatan Lubuk Begalung turut menarik perhatian dengan mengusung filosofi Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, dalam defile peserta.

MTQ yang berlangsung pada 10–14 Oktober 2026 ini menjadi ajang syiar Islam sekaligus sarana memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai Al-Qur'an dan tradisi keagamaan di tengah masyarakat. Kafilah Lubuk Begalung membawa pesan mengenai keterkaitan antara adat Minangkabau dan ajaran Islam, sekaligus menunjukkan peran kearifan lokal dalam memperkuat syiar keagamaan.

Pembukaan MTQ dilakukan oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir. Suasana acara berlangsung meriah dengan defile kafilah dari kecamatan, penampilan Marching Band Gita Pamong Praja Satpol PP, serta tari kolosal yang melibatkan ratusan pelajar tingkat SMP.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lubuk Begalung, Jasrizal, menjelaskan bahwa filosofi yang dibawa dalam defile tersebut menjadi sarana untuk memperlihatkan hubungan erat antara adat Minangkabau dan ajaran Islam. Konsep itu juga mencerminkan sinergi antara pemangku adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di wilayahnya.

“Keikutsertaan kafilah dengan membawa pesan filosofis ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah serta mentransfer nilai-nilai luhur Alquran kepada generasi muda,” ujarnya.

Melalui penampilan tersebut, Kafilah Lubuk Begalung berupaya memperkenalkan nilai-nilai budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Minangkabau. Filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah menempatkan adat dan syariat Islam sebagai dua unsur yang saling berkaitan dalam kehidupan bermasyarakat.

Kecamatan Lubuk Begalung juga menyatakan komitmennya untuk menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat yang berlandaskan syariat Islam dan adat istiadat. Sinergi kebudayaan dan nilai keagamaan diharapkan dapat menjadi pedoman hidup bagi warga Kota Padang.

13 Cabang Lomba Digelar di 16 Lokasi

Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Raju Minropa selaku Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa peserta MTQ ke-42 akan berkompetisi dalam 13 cabang perlombaan. Seluruh perlombaan tersebut disebar di 16 lokasi atau venue yang berada di wilayah Kecamatan Koto Tangah.

Para peserta akan memperebutkan total hadiah senilai Rp599 juta serta piala bergilir bagi kecamatan yang berhasil meraih gelar juara umum. Berbagai cabang perlombaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan MTQ yang berlangsung selama lima hari.

Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan penyelenggaraan MTQ Nasional ke-42 tingkat Kota Padang.

Menurut Fadly, kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, terutama melalui penguatan nilai keagamaan dan kecintaan terhadap Al-Qur'an.

“Ini sebagai wadah strategis membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan mencintai Alquran,” ujar Fadly Amran.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, yang juga menjabat Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Padang, menyampaikan bahwa MTQ memiliki keterkaitan dengan penguatan program unggulan Smart Surau. Ia menegaskan, penyelenggaraan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan kafilah Kota Padang untuk menghadapi MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat pada 2027.

“Selain itu untuk mempersiapkan kafilah tangguh menghadapi MTQ tingkat Provinsi Sumbar pada tahun 2027 mendatang,” ungkap Maigus Nasir. (*)

Halaman:

Tags

Terkini