Selain itu, terdapat kasus yang telah disertai keterangan awal dari produsen mengenai kondisi baterai maupun riwayat kendaraan sebelum kebakaran. Namun, keterangan tersebut memiliki status yang berbeda dari hasil penyelidikan final pihak berwenang.
Dalam menilai suatu peristiwa, kronologi kebakaran perlu dibedakan dari penyebab teknisnya. Informasi bahwa kendaraan terbakar setelah benturan, misalnya, menjelaskan urutan kejadian, tetapi belum tentu menunjukkan komponen yang pertama kali memicu api.
Hal serupa berlaku pada kebakaran di area parkir. Kendaraan yang hangus terbakar belum tentu menjadi sumber awal api karena kebakaran dapat menyebar dari objek atau lingkungan di sekitarnya.
Pada kendaraan listrik, salah satu kondisi yang perlu diperiksa ketika muncul dugaan masalah baterai adalah thermal runaway. Kondisi tersebut terjadi ketika panas di dalam sel baterai meningkat secara tidak terkendali dan berpotensi memicu reaksi berantai.
Meski demikian, setiap kebakaran mobil listrik tidak otomatis disebabkan oleh thermal runaway. Penentuan penyebab tetap harus mempertimbangkan bukti dan hasil pemeriksaan pada masing-masing kendaraan.
Pemeriksaan terhadap kondisi kendaraan, sistem kelistrikan, baterai traksi, serta kemungkinan faktor eksternal menjadi bagian penting dalam menelusuri penyebab kebakaran. Informasi tersebut membantu membedakan apakah api berkaitan dengan komponen kendaraan atau berasal dari faktor lain.
Keterangan produsen juga perlu dipahami sesuai konteks dan tahap pemeriksaannya. Analisis awal yang disampaikan perusahaan dapat memberikan informasi mengenai kondisi kendaraan, tetapi tidak selalu menggantikan kesimpulan final dari otoritas yang menangani kejadian.
Hal itu terlihat pada kasus Xiaomi SU7 Ultra, ketika produsen menyatakan tidak menemukan sinyal thermal runaway sebelum kebakaran, tetapi penyebab insiden masih menunggu penetapan petugas pemadam kebakaran. Dalam kasus BYD Seal, penanganan konsumen telah berjalan dan kendaraan pengganti telah diserahkan, sementara pemeriksaan teknis tetap dilanjutkan.
Sementara itu, pada kasus Zeekr 7X, riwayat tabrakan serius menjadi bagian dari informasi awal yang disampaikan produsen. Namun, informasi tersebut belum menjadi bukti final mengenai penyebab kebakaran.
Enam Kasus Ini Bukan Statistik Lengkap Kebakaran Mobil Listrik
Rangkuman enam kejadian tersebut mencakup sejumlah kasus kebakaran kendaraan listrik dan kendaraan energi baru yang diberitakan selama Januari hingga September 2026, berdasarkan informasi yang tersedia sampai Oktober 2026.
Daftar ini bukan statistik lengkap seluruh kebakaran mobil listrik selama periode tersebut. Karena itu, jumlah kejadian dalam rangkuman ini tidak dapat digunakan untuk menggambarkan keseluruhan frekuensi kebakaran kendaraan listrik.
Data tersebut juga belum cukup untuk membandingkan tingkat risiko kebakaran mobil listrik dengan kendaraan bermesin pembakaran internal. Perbandingan semacam itu membutuhkan data kejadian yang terverifikasi serta jumlah kendaraan yang beroperasi sebagai pembanding.
Tanpa kedua jenis data tersebut, jumlah kasus yang diberitakan saja tidak dapat menunjukkan tingkat risiko relatif dari masing-masing jenis kendaraan.
Setiap insiden juga perlu dinilai berdasarkan kronologi, kondisi kendaraan, bukti teknis, dan hasil penyelidikan yang tersedia. Status dugaan penyebab, analisis awal produsen, serta kesimpulan final otoritas perlu dibedakan agar informasi mengenai kebakaran kendaraan listrik tetap akurat dan tidak menimbulkan kesimpulan yang melampaui bukti. (*)