berita

Sempat Mengapung di Laut usai Sampan Terbalik, 37 Siswa Mentawai Selamat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:15 WIB
Siswa mengapung di tengah laut usai sampan cadik yang mereka tumpangi terbalik di perairan Selat Sikakap, Selasa (13/10/2026) siang. (Foto: Tangkap Layar Video)

Di tengah penanganan kejadian, keberadaan kapal nelayan di sekitar lokasi turut membantu penyelamatan penumpang. Bantuan itu memungkinkan seluruh siswa yang berada di dalam sampan dievakuasi dalam kondisi selamat.

"Sebanyak 37 orang yang berada di dalam sampan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Berdasarkan informasi yang diterima, seluruh penumpang dapat diselamatkan dan tidak ada laporan korban meninggal dunia ataupun hilang, meski mereka sempat mengapung di tengah laut," katanya.

Benteng memastikan tidak ada laporan mengenai penumpang yang meninggal dunia atau hilang. Seluruh 37 orang yang berada di dalam sampan berhasil diselamatkan setelah kapal tersebut terbalik.

SAR Mentawai Ingatkan Pentingnya Jaket Pelampung

Menyusul kecelakaan laut yang melibatkan puluhan siswa tersebut, Benteng Hilton Telaumbanua mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan keselamatan ketika beraktivitas di perairan.

Imbauan itu ditujukan kepada masyarakat dan nelayan yang beraktivitas di wilayah Kepulauan Mentawai. Menurutnya, penggunaan perlengkapan keselamatan perlu menjadi perhatian untuk mengurangi risiko ketika terjadi keadaan darurat selama pelayaran.

Salah satu perlengkapan yang ditekankan adalah life jacket atau jaket pelampung. Perangkat tersebut perlu digunakan oleh setiap pelaut agar dapat membantu menjaga keselamatan ketika menghadapi situasi yang membahayakan di laut.

Selain jaket pelampung, masyarakat juga diimbau membawa Personal Locator Beacon (PLB). Perangkat ini merupakan alat penunjang keselamatan yang dapat membantu ketika seseorang menghadapi keadaan darurat.

"Setiap pelaut harus menggunakan life jacket atau jaket pelampung maupun alat apung lain yang sesuai. Selain itu, masyarakat juga diminta membawa Personal Locator Beacon (PLB), yakni perangkat penunjang keselamatan yang dapat membantu dalam situasi darurat," katanya.

Benteng juga mengingatkan bahwa upaya menjaga keselamatan harus dilakukan sebelum kapal meninggalkan lokasi keberangkatan. Persiapan pelayaran tidak cukup hanya dengan memastikan penumpang dan kebutuhan perjalanan tersedia, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi cuaca serta kelayakan kapal.

Menurutnya, kondisi cuaca harus menjadi salah satu pertimbangan sebelum melakukan perjalanan laut. Selain itu, kapal yang akan digunakan perlu diperiksa untuk memastikan kondisinya siap beroperasi.

Pemeriksaan tersebut penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan selama pelayaran. Dengan memperhatikan kondisi kapal dan mempersiapkan perlengkapan keselamatan, potensi bahaya yang dapat mengancam penumpang di laut diharapkan dapat dikurangi.

"Pemeriksaan kondisi kapal menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk meminimalkan risiko kecelakaan di laut agar insiden terbaliknya sampan cadik yang mengangkut 37 siswa di Selat Sikakap tidak terulang lagi di kemudian hari," tuturnya. (*)

Halaman:

Tags

Terkini