berita

Kualitas Udara Padang Memburuk, AQI Tembus 209 dan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
Kondisi Kota Padang yang diselimuti kabut asap pada Rabu (14/10/2026) membuat pemerintah kota mengalihkan pembelajaran di sekolah menjadi jarak jauh atau daring (Foto: Rafdi Rahmadi/Sumbar Daily)

Haipadang.com – Kualitas udara di Kota Padang mengalami penurunan signifikan pada Kamis (15/10/2026) pagi. Berdasarkan data IQAir dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara Antara Sumatera Barat, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) mencapai 209 pada pukul 06.00 WIB. Angka tersebut menempatkan kondisi udara Padang dalam kategori sangat tidak sehat.

Partikel halus PM2.5 menjadi polutan utama yang mendominasi udara di wilayah tersebut. Hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi PM2.5 mencapai 134 mikrogram per meter kubik. Nilai itu meningkat dibandingkan kondisi yang tercatat pada Selasa (14/10/2026).

Tingginya konsentrasi partikel polutan tersebut menjadi perhatian karena PM2.5 berukuran sangat kecil dan berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan manusia. Masyarakat diimbau meningkatkan perlindungan diri, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Konsentrasi PM2.5 di Padang Capai 26,8 Kali Panduan WHO

PM2.5 merupakan partikel padat atau tetesan cairan berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil yang melayang di udara. Ukurannya sekitar 30 kali lebih kecil dibandingkan diameter sehelai rambut manusia.

Karena ukurannya yang mikroskopis, partikel ini menjadi salah satu polutan udara yang perlu diwaspadai. Partikel PM2.5 dapat melewati penyaringan alami pada hidung dan masuk ke saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru. Bahkan, partikel tersebut dapat meresap ke aliran darah.

Berdasarkan data pemantauan pada Kamis pagi, konsentrasi PM2.5 di Padang mencapai 26,8 kali nilai panduan tahunan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Kondisi tersebut menunjukkan tingginya konsentrasi partikel halus di udara Padang dibandingkan dengan acuan tahunan WHO. Peningkatan polusi ini menjadi alasan bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan kegiatan di luar rumah.

Paparan PM2.5 perlu diwaspadai karena partikel yang sangat kecil dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Oleh sebab itu, perlindungan terhadap paparan polusi menjadi penting ketika kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat.

Warga Disarankan Menggunakan Masker N95 atau KN95

Untuk mengurangi risiko paparan polusi udara, masyarakat disarankan menggunakan masker N95 atau KN95 ketika beraktivitas di luar ruangan.

Kedua jenis masker tersebut direkomendasikan karena mampu menyaring partikel berukuran kecil. Sebaliknya, masker kain atau masker medis biasa dinilai kurang efektif untuk menyaring partikel mikroskopis seperti PM2.5.

Selain menggunakan masker yang sesuai, masyarakat juga disarankan membatasi kegiatan di luar ruangan selama kualitas udara berada dalam kondisi buruk.

Aktivitas olahraga di luar ruangan sebaiknya dihindari untuk meminimalkan paparan polutan. Masyarakat juga dianjurkan menutup jendela agar udara dari luar tidak mudah masuk ke dalam rumah.

Langkah-langkah perlindungan tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi kontak langsung dengan udara yang tercemar. Terlebih, partikel PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk ke paru-paru dan berpotensi mencapai aliran darah.

Masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan ketika merencanakan aktivitas harian, khususnya pada pagi hari saat data pemantauan menunjukkan AQI Padang mencapai 209.

Halaman:

Tags

Terkini