berita

Cegah Gangguan Pernapasan akibat Kabut Asap, 15 Puskesmas Dharmasraya Bagikan Masker ke Siswa

Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:21 WIB
Pembagian masker kepada siswa dilakukan Puskesmas di Kabupaten Dharmasraya untuk melindungi kesehatan di tengah kabut asap karhutla. (Foto: Kominfo Dharmasraya)

Haipadang.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar), mengerahkan 15 Puskesmas untuk membagikan masker kepada anak-anak sekolah di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini dilakukan untuk melindungi kesehatan peserta didik sekaligus mendukung keberlangsungan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan tetap memperhatikan keselamatan siswa.

Pendistribusian masker tersebut dilaksanakan melalui koordinasi Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, yang meminta agar pelaksanaan kembali PTM tetap mengutamakan kondisi kesehatan dan keselamatan anak-anak di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya, Yosta Defina, didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan, Aprial Khamri Isra, mengatakan seluruh Puskesmas telah dilibatkan untuk menjangkau sekolah-sekolah di wilayah kerja masing-masing.

“Puskesmas di wilayah kerja masing-masing kami kerahkan untuk membagikan masker kepada anak-anak sekolah. Ini merupakan upaya untuk melindungi kesehatan peserta didik, terutama di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak kabut asap,” ujar Yosta Defina, dikutip Kamis (15/10/2026).

Menurut Yosta, pelibatan seluruh 15 Puskesmas di Kabupaten Dharmasraya diharapkan dapat memperluas jangkauan distribusi masker. Dengan demikian, perlindungan bagi peserta didik dapat dilakukan di berbagai wilayah, sesuai dengan cakupan pelayanan setiap Puskesmas.

Pembagian masker kepada siswa menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat. Anak-anak menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian karena paparan polusi udara dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan.

Upaya tersebut juga berkaitan dengan aktivitas belajar di sekolah yang kembali berlangsung secara tatap muka. Di tengah kondisi udara yang terdampak asap karhutla, perlindungan kesehatan peserta didik menjadi perhatian agar kegiatan pendidikan tetap memperhatikan keselamatan mereka.

Pemkab Dharmasraya Sebelumnya Salurkan 50.000 Masker

Sebelum memperluas pembagian masker kepada anak-anak sekolah, Pemkab Dharmasraya telah menerima bantuan sebanyak 50.000 masker dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar. Bantuan tersebut kemudian didistribusikan untuk membantu melindungi masyarakat dari dampak kabut asap.

Penyaluran masker dilakukan secara bertahap sejak awal terjadinya kabut asap akibat karhutla. Pada tahap awal, Dinas Kesehatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dharmasraya membagikan sebanyak 5.000 masker kepada masyarakat.

Selanjutnya, pemerintah daerah kembali melaksanakan pembagian pada tahap berikutnya dengan jumlah 10.000 masker. Distribusi tersebut menjadi bagian dari upaya untuk membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat paparan asap dan penurunan kualitas udara.

Setelah penyaluran kepada masyarakat dilakukan dalam beberapa tahap, pemerintah daerah kini memperkuat perlindungan bagi anak-anak sekolah. Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan serta seluruh Puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Dharmasraya.

Keterlibatan berbagai perangkat daerah tersebut ditujukan agar pembagian masker dapat menjangkau peserta didik sekaligus mendukung penerapan PTM yang memperhatikan aspek kesehatan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap di lingkungan pendidikan.

Sekolah dan Orang Tua Diminta Pantau Kesehatan Anak

Selain mendistribusikan masker, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengimbau pihak sekolah dan orang tua untuk terus memperhatikan kondisi kesehatan anak selama beraktivitas di tengah kabut asap.

Pemantauan diperlukan untuk mengenali lebih dini keluhan kesehatan yang mungkin muncul akibat paparan polusi udara. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk, sesak napas, maupun gangguan pernapasan lainnya.

Halaman:

Tags

Terkini