berita

Viral! Pegawai SPBU Bali Menangis saat Protes ke I Wayan Koster di Tengah Antrean BBM

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:05 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster saat berada di tengah situasi antrean BBM di Bali. (Foto: Instagram/dewaswam)

Haipadang.com – Video yang memperlihatkan seorang pegawai perempuan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menyampaikan keluhan kepada Gubernur Bali I Wayan Koster viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, pegawai itu tampak menangis ketika mengungkapkan kelelahan di tengah situasi antrean bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi perhatian masyarakat Bali.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @dewaswam pada Kamis (15/10/2026). Rekaman itu memperlihatkan seorang perempuan menyampaikan protes dengan nada tinggi saat Koster berada di lokasi peninjauan antrean BBM.

Dalam video tersebut, pegawai perempuan itu mengungkapkan bahwa dirinya juga mengalami kelelahan ketika harus menjalankan pekerjaan di tengah kondisi pelayanan yang berat.

"Saya bukan robot, saya juga capek, Pak. Iya, saya pegawai, tapi saya punya hak juga," ujar pegawai perempuan SPBU tersebut sambil menangis.

Keluhan itu muncul ketika antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM di sejumlah SPBU di Bali menjadi sorotan. Situasi tersebut turut menggambarkan tekanan yang dihadapi petugas SPBU, yang harus berhadapan langsung dengan konsumen selama antrean berlangsung.

Pegawai SPBU lainnya juga menyampaikan keluhan mengenai kondisi yang mereka hadapi di lapangan. Dalam rekaman itu, seorang petugas perempuan terdengar meminta agar kondisi kerja yang dialami petugas turut diperhatikan.

"Coba bapak di lapangan kondisi kayak begini, coba pak," timpal petugas SPBU wanita lainnya.

Antrean BBM Bali Jadi Sorotan

Persoalan antrean BBM di Bali tidak hanya berkaitan dengan waktu tunggu masyarakat untuk memperoleh bahan bakar. Kondisi tersebut juga menjadi perhatian karena BBM dibutuhkan untuk menunjang berbagai kegiatan sehari-hari.

Kendaraan pribadi, pekerja, pelaku usaha, hingga sektor pariwisata bergantung pada ketersediaan bahan bakar agar aktivitas dapat berjalan. Ketika antrean kendaraan memanjang, masyarakat disebut harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

Dalam video yang beredar, situasi antrean tersebut turut memperlihatkan beratnya kondisi yang dihadapi masyarakat. Warga disebut harus menunggu di tengah cuaca panas, sementara kepastian waktu pelayanan menjadi persoalan yang dikeluhkan.

Unggahan itu juga menyinggung respons Gubernur Bali I Wayan Koster ketika berada di lokasi antrean. Namun, informasi dalam rekaman yang disampaikan pengunggah turut menyoroti kondisi para pekerja SPBU yang bertugas melayani konsumen di tengah situasi tersebut.

Petugas SPBU Disebut Bekerja hingga 24 Jam

Selain menampilkan keluhan pegawai perempuan, unggahan tersebut menyoroti jam kerja petugas SPBU selama antrean BBM berlangsung. Pengunggah menyebut petugas harus tetap memberikan pelayanan dalam durasi yang sangat panjang, bahkan disebut mencapai 24 jam.

Kondisi itu menjadi perhatian karena petugas SPBU merupakan pihak yang berhadapan langsung dengan masyarakat saat kendaraan mengantre untuk mendapatkan bahan bakar. Mereka harus tetap melayani konsumen ketika permintaan BBM meningkat dan antrean kendaraan memanjang.

Keluhan yang disampaikan para pegawai dalam video tersebut memperlihatkan bahwa situasi antrean turut menjadi tantangan bagi pekerja di lapangan. Di satu sisi, masyarakat membutuhkan BBM untuk menjalankan aktivitas, sementara di sisi lain, petugas SPBU harus menjalankan pelayanan dalam kondisi yang disebut melelahkan.

Halaman:

Tags

Terkini