Namun, angkanya jauh berbeda pada kelompok yang sama sekali tidak puas dengan program tersebut. Dalam kelompok ini, hanya 15 persen responden yang menyatakan puas terhadap kinerja presiden.
Temuan tersebut memperlihatkan perbedaan tingkat kepuasan terhadap Prabowo berdasarkan penilaian masyarakat atas pelaksanaan salah satu program unggulan pemerintah.
Hubungan serupa ditemukan dalam penilaian terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Program ini juga menjadi salah satu aspek yang diukur dalam survei untuk melihat keterkaitannya dengan kepuasan publik terhadap kinerja presiden.
Di antara warga yang sangat yakin KDMP akan maju, sebanyak 62 persen menyatakan puas terhadap kinerja Prabowo. Sementara itu, pada kelompok responden yang sama sekali tidak yakin program tersebut akan berkembang, tingkat kepuasan terhadap presiden hanya mencapai 17 persen.
Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa penilaian positif terhadap MBG dan keyakinan terhadap prospek KDMP berkaitan dengan tingkat kepuasan yang lebih tinggi terhadap presiden. Sebaliknya, ketidakpuasan terhadap MBG dan rendahnya keyakinan terhadap KDMP berjalan beriringan dengan tingkat kepuasan yang lebih rendah.
Meski demikian, hasil tersebut menggambarkan hubungan berdasarkan jawaban responden dalam survei dan tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa penilaian terhadap kedua program merupakan satu-satunya penyebab turunnya kepuasan publik.
Metode Survei SMRC dan Jumlah Responden
SMRC melakukan survei terhadap warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum. Populasi penelitian mencakup warga berusia minimal 17 tahun atau mereka yang telah menikah pada saat survei dilaksanakan.
Populasi tersebut dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan kepemilikan telepon seluler atau handphone. Pembagian ini menentukan metode pengambilan sampel dan teknik wawancara yang digunakan oleh tim survei.
Pada kelompok warga yang memiliki handphone, SMRC memilih 1.013 responden secara acak menggunakan metode double sampling. Wawancara terhadap kelompok ini dilakukan melalui telepon.
Sementara itu, kelompok warga yang tidak memiliki handphone terdiri atas 200 responden. Sampel dipilih menggunakan metode stratified multistage random sampling, dengan wawancara dilakukan secara tatap muka.
Secara keseluruhan, jumlah responden yang diwawancarai dalam survei tersebut mencapai 1.213 orang.
SMRC memperkirakan margin of error survei sebesar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi simple random sampling atau pengambilan sampel acak sederhana.
Survei yang dilaksanakan pada 1–10 Oktober 2026 itu mencatat kepuasan terhadap kinerja Prabowo sebesar 44,5 persen dan proporsi warga yang kurang puas atau tidak puas sebesar 53,4 persen. Angka kepuasan tersebut menjadi yang terendah sepanjang pemerintahan Prabowo berdasarkan rangkaian pengukuran yang dipaparkan SMRC. (*)