Bagi Satrina, cinta bukan hanya berkaitan dengan perasaan. Lebih dari itu, cinta merupakan proses ketika dua orang terus memilih satu sama lain, saling menerima, dan tumbuh bersama.
Gagasan tersebut tergambar melalui salah satu bagian lirik yang menjadi representasi inti cerita dalam lagu tersebut.
“Saat dekatmu, ku merasa nyaman. Tak perlu aku berpura-pura, jadi diriku.”
Lirik tersebut menggambarkan pesan yang ingin disampaikan Satrina melalui karya terbarunya, yakni tentang hubungan yang memberikan ruang bagi seseorang untuk merasa aman dan menjadi dirinya sendiri.
Comeback Satrina Bukan Sekadar Lagu Baru
Kembalinya Satrina ke industri musik tidak hanya berkaitan dengan peluncuran sebuah single. Ada perjalanan personal yang menyertainya.
Setelah menjalani fase kehidupan sebagai seorang istri dan ibu, Satrina sempat berada dalam situasi ketika arah perjalanan musiknya tidak lagi jelas. Ia bahkan hampir menyerah untuk kembali menekuni musik secara serius.
Namun, kesempatan yang datang kemudian membawanya kembali pada dunia yang telah dijalani selama lebih dari dua dekade.
Karena itu, comeback ini menjadi semacam babak baru dalam perjalanan Satrina. Ia tidak berusaha mengulang masa lalu, tetapi memilih membawa pengalaman yang telah diperolehnya ke dalam karya-karya baru.
Pesan mengenai keberanian untuk memulai kembali juga ingin disampaikan Satrina kepada pendengarnya. Ia berharap karyanya dapat berbicara kepada siapa saja yang masih percaya pada cinta.
Pesan tersebut tidak hanya ditujukan kepada orang yang sedang jatuh cinta atau telah menemukan pasangan hidup. Satrina juga ingin menyampaikan pesan kepada mereka yang masih menunggu waktu yang tepat untuk menemukan seseorang yang dapat membuat hidup terasa lebih berwarna.
Lebih luas lagi, karya tersebut membawa pesan bahwa seseorang tidak harus merasa terlambat untuk kembali melakukan sesuatu yang dicintainya.
“Tidak pernah ada kata terlambat untuk mencintai, untuk bahagia, atau untuk memulai kembali.”
Usia Bukan Alasan Berhenti Bermimpi
Bagi Satrina, bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti memiliki mimpi. Karena itu, ketika memutuskan kembali ke industri musik, ia tidak merasa harus menjadi lebih muda, menyerupai orang lain, ataupun mengubah dirinya agar bisa diterima.
Ia justru ingin hadir sebagai Satrina yang sekarang. Sosok tersebut merupakan hasil dari usia, pengalaman, karakter, serta perjalanan hidup yang telah dilewatinya.
“Saya tidak kembali ke dunia musik untuk menjadi versi diri saya yang dulu. Saya kembali sebagai diri saya yang sekarang.”
Artikel Terkait
Dinda Kirana dan Theo Supple Jadi Pasutri di Video Klip “Timpang”