Haipadang.com — Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat (Porprov Sumbar) 2026 di Kota Padang tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kehadiran ribuan atlet, pelatih, ofisial, hingga penonton dari berbagai daerah dimanfaatkan untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas.
Porprov Sumbar 2026 mempertandingkan 24 cabang olahraga di Kota Padang. Aktivitas pertandingan yang melibatkan peserta dari berbagai daerah tersebut menciptakan peluang bagi pelaku UMKM untuk menawarkan beragam produk, mulai dari makanan dan minuman, pakaian, hingga kerajinan tangan khas daerah.
Momen ini dimanfaatkan para pedagang untuk menjangkau konsumen yang lebih beragam selama berlangsungnya kejuaraan. Selain meningkatkan transaksi penjualan, kegiatan olahraga tingkat provinsi tersebut juga menjadi sarana promosi bagi produk-produk lokal Kota Padang.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, Teddy Antonius, mengatakan pemerintah kota telah melakukan penataan terhadap pedagang yang berjualan di sekitar lokasi pertandingan. Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas perdagangan berlangsung secara tertib dan tidak mengganggu penyelenggaraan kegiatan olahraga.
Menurut Teddy, pemerintah juga memberikan fasilitas berjualan di sejumlah lokasi yang belum memiliki sarana pendukung bagi pedagang. Fasilitasi tersebut dilakukan melalui penyediaan tenda di titik-titik strategis yang berdekatan dengan lokasi pertandingan.
“Guna mengakomodasi venue yang belum memiliki fasilitas jualan, Dinas Koperasi dan UMKM turut memfasilitasi pendirian tenda di posisi strategis dengan menghadirkan 32 UMKM pada enam titik lokasi pertandingan utama,” ungkapnya.
Kehadiran 32 UMKM di enam titik pertandingan utama tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan peluang usaha selama Porprov Sumbar 2026. Dengan penempatan di lokasi strategis, para pelaku usaha diharapkan dapat menjangkau pengunjung yang membutuhkan makanan, minuman, maupun produk lainnya selama mengikuti atau menyaksikan pertandingan.
Teddy menambahkan, aktivitas perdagangan selama kejuaraan memberikan dampak terhadap peningkatan omzet para pedagang. Ratusan pedagang yang tersebar di berbagai lokasi pertandingan turut merasakan peluang penjualan sejak awal penyelenggaraan hingga kompetisi berlangsung.
Peningkatan aktivitas jual beli tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan kegiatan olahraga berskala provinsi berpotensi memberikan manfaat ekonomi di luar arena pertandingan. Mobilitas peserta dan pengunjung dari berbagai daerah menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menawarkan produk secara langsung kepada konsumen.
Selain memperoleh pendapatan dari transaksi selama kegiatan, pelaku UMKM juga memiliki kesempatan memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung dari luar Kota Padang. Interaksi langsung dengan konsumen dapat menjadi sarana untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus mengenalkan produk lokal kepada calon pelanggan baru. (*)