berita

Penanganan Galodo Solok: Tiga Segmen Sungai Dibersihkan, Dua Sabo Dam Bakal Dibangun

Rabu, 30 September 2026 | 07:21 WIB
Penanganan galodo di Kabupaten Solok dengan alat berat di sepanjang Sungai Batang Baliang. (Foto: Kementerian PU)

Haipadang.com – Penanganan dampak banjir bandang atau galodo yang menerjang Kabupaten Solok, terus dipercepat. Salah satu fokus utama penanganan berada di sepanjang Sungai Batang Baliang, yang kini dibersihkan dan ditata kembali dari bagian hulu hingga hilir.

Untuk mempercepat pemulihan sekaligus mengurangi risiko banjir susulan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membagi pekerjaan tanggap darurat menjadi tiga segmen prioritas. Masing-masing segmen memiliki jenis pekerjaan dan kebutuhan penanganan yang berbeda, menyesuaikan kondisi sungai serta tingkat risiko terhadap fasilitas publik dan permukiman warga.

Penanganan tersebut mencakup pembukaan kembali alur sungai, pembersihan material debris yang menghambat aliran, pengendalian genangan, hingga penguatan tebing pada titik-titik yang dinilai berisiko.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan jajaran Kementerian PU masih melanjutkan pekerjaan pascabanjir bandang di Kabupaten Solok. Menurut dia, pembersihan alur sungai menjadi salah satu pekerjaan penting agar aliran air dapat kembali berjalan dengan baik.

“Pekerjaan masih terus kita lanjutkan. Saat ini jajaran Sumber Daya Air melakukan pembersihan sungai dan muara untuk memperlancar aliran air serta mengurangi risiko terjadinya banjir susulan,” kata Dody, dikutip Rabu (30/9/2026).

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang Kementerian PU, Reski Wahyudi menjelaskan, pembagian penanganan menjadi tiga segmen dilakukan untuk menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi yang ditemukan di lapangan.

“Penanganan kami bagi menjadi tiga segmen, mulai dari hulu, bagian tengah yang berdekatan dengan kawasan permukiman, hingga hilir di sekitar Box Culvert Jalan Lingkar Pintu Angin. Pembagian ini dilakukan agar penanganan dapat lebih fokus sesuai kondisi lapangan dan risiko di masing-masing lokasi,” ujarnya.

Penanganan Segmen Hulu

Pada segmen pertama, pekerjaan berada di wilayah hulu, tepatnya di kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok. Area ini menjadi salah satu titik yang mendapatkan perhatian karena keberadaan fasilitas publik di sekitarnya.

Di lokasi tersebut, Kementerian PU melakukan pembukaan alur sungai dengan panjang mencapai 450 meter. Selain itu, tebing sungai diperkuat menggunakan boulder atau batu gajah sepanjang 480 meter.

Untuk menjalankan pekerjaan tersebut, sejumlah alat berat dikerahkan. Peralatan yang digunakan terdiri atas dua unit Excavator Standard PC 200, dua unit Excavator Breaker, serta 10 unit Dump Truck.

Pekerjaan pada segmen hulu tersebut ditujukan untuk mengembalikan kapasitas alur sungai setelah terdampak material banjir bandang. Dengan alur yang kembali terbuka, aliran air diharapkan dapat bergerak lebih lancar dan potensi limpasan yang mengarah ke kawasan perkantoran maupun fasilitas publik di sekitarnya dapat dikurangi.

Penanganan pada titik ini menjadi bagian dari upaya darurat yang dilakukan Kementerian PU agar kondisi aliran sungai dapat kembali berfungsi setelah diterjang galodo.

Segmen Tengah Dekat Permukiman

Bergerak ke bagian tengah Sungai Batang Baliang, pekerjaan dilakukan di kawasan lingkungan perumahan dan Perumnas Griya Arosuka.

Berbeda dengan lokasi hulu yang berdekatan dengan kawasan perkantoran, segmen kedua berada di area yang berkaitan langsung dengan permukiman masyarakat. Karena itu, pekerjaan diarahkan untuk membuka kembali alur sungai sekaligus memperkuat bagian tebing yang berada di sekitar kawasan tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini