Penanganan Galodo Solok: Tiga Segmen Sungai Dibersihkan, Dua Sabo Dam Bakal Dibangun

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Rabu, 30 September 2026 | 07:21 WIB
Penanganan galodo di Kabupaten Solok dengan alat berat di sepanjang Sungai Batang Baliang. (Foto: Kementerian PU)
Penanganan galodo di Kabupaten Solok dengan alat berat di sepanjang Sungai Batang Baliang. (Foto: Kementerian PU)

Pada segmen kedua, pembukaan alur sungai dilakukan sepanjang 1.450 meter. Sementara itu, perkuatan tebing menggunakan boulder dan bronjong batu secara setempat dilakukan sepanjang 2.900 meter.

Untuk mendukung pekerjaan pembukaan alur tersebut, Kementerian PU mengoperasikan satu unit Excavator Standard PC 200.

Penanganan pada bagian tengah sungai menjadi salah satu pekerjaan penting karena kawasan tersebut berdekatan dengan permukiman masyarakat, termasuk Perumnas Griya Arosuka. Pembukaan kembali alur diharapkan dapat membantu memperlancar pergerakan air di Sungai Batang Baliang dan mengurangi risiko terhadap rumah-rumah warga yang berada di sekitar sungai.

Selain membersihkan alur, penguatan tebing juga dilakukan di sejumlah bagian sebagai bagian dari penanganan kondisi sungai setelah bencana.

Hilir Dibersihkan dari Material Debris

Sementara itu, segmen ketiga berada di bagian hilir, tepatnya di sekitar Box Culvert Jalan Lingkar Pintu Angin.

Pada lokasi ini, pekerjaan lebih diarahkan pada pengeringan dan pembersihan material debris yang sebelumnya menyumbat aliran air. Setelah material penghambat dibersihkan, alur sungai juga kembali dibuka.

Untuk pekerjaan tersebut, Kementerian PU mengerahkan satu unit Excavator Long Arm dan satu unit Excavator Standard. Selain itu, satu unit Mobile Pump digunakan dan dioperasikan bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Solok.

Penggunaan peralatan tersebut dilakukan untuk menangani genangan sekaligus menghilangkan material yang menghambat perjalanan air. Pembersihan di sekitar Box Culvert Jalan Lingkar Pintu Angin diharapkan membuat aliran air kembali bergerak lebih lancar.

Penanganan di tiga segmen tersebut dilakukan sebagai satu rangkaian pekerjaan dari hulu hingga hilir. Fokusnya bukan hanya membersihkan material yang terbawa banjir bandang, tetapi juga mengembalikan fungsi alur sungai dan mengurangi potensi munculnya genangan maupun banjir susulan.

Lima Excavator dan Empat Dump Truck Dimobilisasi

Hingga Jumat (25/9/2026) pukul 16.30 WIB, Kementerian PU telah memobilisasi berbagai peralatan untuk mendukung pekerjaan tanggap darurat di Kabupaten Solok.

Secara keseluruhan, terdapat lima unit Excavator, tiga unit Mobile Pump, dan empat unit Dump Truck yang telah dimobilisasi. Peralatan tersebut digunakan untuk menunjang pekerjaan pembersihan material, pembukaan kembali alur sungai, perbaikan kondisi sungai, hingga penanganan genangan di sejumlah titik terdampak.

Tim di lapangan masih melanjutkan pekerjaan sesuai kondisi masing-masing lokasi. Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan di setiap bagian sungai, terutama titik yang memiliki kaitan dengan fasilitas publik maupun permukiman masyarakat.

Kementerian PU juga mengambil langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya hujan dengan intensitas tinggi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membongkar Box Culvert eksisting yang mengalami penyumbatan.

Pembongkaran tersebut dilakukan setelah Kementerian PU berkoordinasi dengan instansi terkait. Langkah ini ditempuh untuk membantu memperlancar aliran air dan menekan kemungkinan genangan kembali muncul apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Dengan demikian, pekerjaan tanggap darurat tidak hanya diarahkan untuk membersihkan sisa material banjir bandang, tetapi juga memastikan jalur air memiliki kapasitas dan kondisi yang lebih baik untuk menghadapi aliran berikutnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Rekomendasi

Terkini

X