berita

Membaca Jejak Galodo Arosuka dari Udara, Longsor Diduga Berawal di Lereng Talang

Rabu, 30 September 2026 | 15:41 WIB
Jejak sumber galodo Solok yang diduga berasal dari lereng atas Gunung Talang. (Foto: Tangkap Layar Video Drone Instagram ib.hobbies)

Dari pencocokan morfologi awal, terdapat satu kandidat lokasi yang berada di sekitar koordinat 0°58′8,80″ LS dan 100°39′14,05″ BT.

Namun, koordinat tersebut belum dapat disebut sebagai titik pasti awal longsor. Lokasi itu masih merupakan kandidat area sumber berdasarkan kecocokan bentuk medan.

Penentuan titik awal longsor secara pasti masih membutuhkan pemeriksaan lapangan atau citra pascabencana dengan resolusi lebih tinggi.

Hal yang lebih penting dari koordinat tersebut adalah konfigurasi medan di sekitarnya. Kawasan itu memiliki punggungan dan lembah yang terdiseksi kuat. Sejumlah alur kecil di bagian atas lereng kemudian bertemu dengan saluran yang lebih besar di bagian bawah.

Sistem lembah tersebut selanjutnya keluar dari kawasan relief pegunungan menuju wilayah yang lebih landai dan lebih banyak dimanfaatkan untuk aktivitas manusia.

Pola topografi tersebut dinilai sesuai dengan morfologi yang terlihat dalam rekaman drone.

DEM Membaca Arah Pergerakan Air dan Material

Selain citra drone dan Google Earth, analisis juga menggunakan Digital Elevation Model atau DEM.

Data tersebut memberikan informasi ketinggian permukaan secara digital yang tidak dapat diperoleh hanya dari video udara. Dari DEM, sejumlah karakteristik medan dapat dianalisis, seperti kemiringan lereng, arah aliran, akumulasi aliran, hingga jaringan drainase.

Dengan demikian, DEM dapat digunakan untuk membaca bagaimana gravitasi dan bentuk relief mengarahkan air serta material dari wilayah yang lebih tinggi menuju wilayah yang lebih rendah.

DEM Gunung Talang yang dianalisis memiliki resolusi spasial sekitar 8 meter. Cakupannya membentang dari kawasan puncak Gunung Talang hingga Arosuka.

Rentang elevasinya berada pada 148 hingga 2.585 meter di atas permukaan laut.

Analisis awal menunjukkan adanya punggungan yang curam dan dipisahkan oleh lembah-lembah sempit. Aliran air di bagian atas lereng kemudian terkonsentrasi ke lembah sebelum bergabung membentuk jaringan drainase yang lebih besar.

Kondisi tersebut menjadi penting apabila lokasi longsor memiliki hubungan langsung dengan saluran air.

Berdasarkan interpretasi awal terhadap rekaman drone, Google Earth, dan DEM, zona awal longsor diperkirakan berada di lereng atas Gunung Talang, kemungkinan pada ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut.

Namun, perkiraan ketinggian tersebut masih membutuhkan pencocokan lebih lanjut antara posisi scar longsor dengan data DEM.

Halaman:

Tags

Terkini