Membaca Jejak Galodo Arosuka dari Udara, Longsor Diduga Berawal di Lereng Talang

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Rabu, 30 September 2026 | 15:41 WIB
Jejak sumber galodo Solok yang diduga berasal dari lereng atas Gunung Talang. (Foto: Tangkap Layar Video Drone Instagram ib.hobbies)
Jejak sumber galodo Solok yang diduga berasal dari lereng atas Gunung Talang. (Foto: Tangkap Layar Video Drone Instagram ib.hobbies)

Material Longsor Bisa Bertambah Saat Bergerak ke Hilir

Material yang berasal dari longsor tidak selalu memiliki dampak yang sama. Jika material jatuh pada lereng yang tidak memiliki hubungan dengan lembah atau saluran air, sebagian material dapat berhenti setelah bergerak dalam jarak tertentu.

“Jika material longsor jatuh pada lereng yang tidak terhubung dengan lembah, sebagian material mungkin berhenti setelah berpindah beberapa ratus meter,” jelasnya.

Kondisinya berbeda apabila bagian bawah longsoran atau toe terhubung langsung dengan jaringan drainase.

Material longsor dapat bercampur dengan air hujan dan limpasan permukaan. Campuran tersebut kemudian bergerak melalui lembah yang curam dengan membawa tanah, pasir, batu, maupun kayu.

Dalam perjalanannya, aliran juga dapat mengikis dasar dan tebing saluran. Material yang sebelumnya berada di sepanjang jalur aliran kemudian ikut terbawa.

Karena itu, volume material yang tiba di bagian hilir tidak selalu sama dengan volume material yang berasal dari longsoran awal.

Dengan kata lain, proses galodo dapat berkembang sepanjang jalur pergerakannya. Sumber material berada di hulu, sementara tambahan material dapat diperoleh dari saluran dan lereng yang dilalui aliran menuju hilir.

Hutan Bukan Satu-satunya Faktor

Keberadaan jejak longsor berukuran besar di tengah kawasan yang secara visual masih memiliki tutupan hutan juga menjadi bagian penting dalam membaca penyebab kejadian.

Kondisi tersebut membuat penjelasan galodo hanya berdasarkan kehilangan tutupan hutan menjadi terlalu sederhana.

Vegetasi memang memiliki peran terhadap kestabilan lereng dan kondisi hidrologi daerah aliran sungai. Namun, faktor tersebut bukan satu-satunya komponen yang menentukan terjadinya longsor.

“Akar tumbuhan memang memperkuat tanah dekat permukaan, tetapi keberadaan hutan tidak membuat lereng sepenuhnya kebal terhadap longsor,” ujarnya.

Gunung api seperti Gunung Talang tersusun dari material vulkanik yang berasal dari berbagai periode erupsi dan proses pelapukan.

Material seperti abu, lapili, endapan piroklastik, serta material vulkanik lainnya dapat membentuk tanah dengan karakteristik fisik yang berbeda.

Ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi, air dapat masuk ke dalam tanah. Apabila terdapat lapisan yang lebih sulit ditembus air, tekanan air pori dapat meningkat pada bagian atas lapisan tersebut.

Pada saat yang sama, massa tanah menjadi semakin berat dan kekuatan gesernya dapat menurun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X