berita

Membaca Jejak Galodo Arosuka dari Udara, Longsor Diduga Berawal di Lereng Talang

Rabu, 30 September 2026 | 15:41 WIB
Jejak sumber galodo Solok yang diduga berasal dari lereng atas Gunung Talang. (Foto: Tangkap Layar Video Drone Instagram ib.hobbies)

Kondisi tersebut membuat jejak longsor dan perubahan koridor aliran pascabencana belum dapat dipetakan secara memadai menggunakan citra optik Sentinel-2.

Keterbatasan akibat tutupan awan merupakan persoalan yang umum dalam penggunaan penginderaan jauh optik di wilayah tropis.

Dalam kasus Arosuka, kondisi tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya menggabungkan berbagai sumber data.

Rekaman drone dapat memperlihatkan scar dan jalur material. Google Earth dapat membantu memberikan konteks bentang alam. Sementara itu, DEM dapat digunakan untuk memahami relief serta hubungan topografi antara sumber material, lembah, dan jaringan drainase.

Area Terdampak Bukan Selalu Sumber Bencana

Galodo Arosuka juga memperlihatkan pentingnya membedakan antara lokasi terdampak dan lokasi awal proses bencana.

Jalan, jembatan, permukiman, serta fasilitas pemerintahan yang terdampak berada di kawasan hilir. Namun, sumber sedimen dapat berada beberapa kilometer lebih jauh di kawasan pegunungan.

Karena itu, pemetaan bahaya tidak cukup hanya dilakukan berdasarkan batas wilayah yang sebelumnya pernah terendam atau terdampak.

Pemetaan juga perlu mempertimbangkan lereng yang berpotensi tidak stabil, hubungan antara longsor dan jaringan sungai, kemiringan jalur transportasi material, lembah yang menyempit, serta lokasi ketika aliran keluar dari kawasan pegunungan menuju wilayah yang dihuni masyarakat.

Dalam geomorfologi, hubungan antara sumber material, jalur transportasi, dan lokasi material tersebut terendapkan dikenal sebagai sediment connectivity atau konektivitas sedimen.

Konsep tersebut membantu menjelaskan mengapa sebuah longsoran yang terlihat relatif terbatas di kawasan hulu dapat memberikan dampak yang jauh lebih luas di bagian hilir.

“Sebuah scar merah yang tampak terbatas di tengah hutan dapat mempunyai konsekuensi jauh di hilir ketika ia terhubung langsung dengan lembah curam dan jaringan sungai yang mengarah ke kawasan berpenduduk,” ujarnya.

Dengan demikian, jejak galodo Arosuka tidak hanya dapat dibaca dari lumpur dan material yang tiba di kawasan perkotaan atau kompleks pemerintahan. Jejak tersebut juga dapat ditelusuri melalui hubungan antara lereng Gunung Talang, jaringan lembah, Batang Laso, hingga kawasan yang lebih landai di Arosuka.

Analisis awal dari udara menunjukkan bahwa proses di hulu dan dampaknya di hilir merupakan bagian dari satu sistem bentang alam. Untuk memastikan mekanisme secara lebih rinci, tetap diperlukan pemeriksaan lapangan serta data pascabencana dengan resolusi yang lebih tinggi. (*)

Halaman:

Tags

Terkini