berita

Penerbangan Internasional BIM Bertambah, Karantina Sumbar Perkuat Pengawasan

Rabu, 30 September 2026 | 18:13 WIB
Petugas Karantina Sumbar saat melakukan pengawasan lalu lintas komoditas yang keluar dan masuk melalui BIM. (Foto: Karantina Sumbar)

Haipadang.com – Bertambahnya penerbangan internasional dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) membawa konsekuensi terhadap pengawasan lalu lintas komoditas yang keluar dan masuk melalui pintu gerbang Sumatera Barat (Sumbar). Kondisi tersebut menjadi perhatian Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumbar dengan memperkuat pengawasan melalui Operasi Patuh Karantina.

Operasi Patuh tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Karantina ke-149 Tahun 2026. Pelaksanaannya melibatkan sejumlah pihak yang beraktivitas di lingkungan BIM, termasuk maskapai penerbangan atau airlines, Bea dan Cukai, InJourney Airports, serta Kepolisian.

Penguatan pengawasan dilakukan seiring semakin terbukanya konektivitas penerbangan internasional melalui BIM. Bertambahnya akses penerbangan dinilai memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor di Sumbar, mulai dari mobilitas masyarakat, pariwisata, perdagangan, hingga perekonomian.

Namun, peningkatan mobilitas tersebut juga diikuti dengan bertambahnya pergerakan orang dan barang. Situasi itu membuat pengawasan terhadap komoditas yang dilalulintaskan melalui jalur penerbangan internasional perlu diperkuat.

Pengawasan dilakukan untuk mencegah masuk maupun tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina, organisme pengganggu tumbuhan karantina, serta penyakit ikan karantina. Risiko tersebut menjadi bagian yang diperhatikan dalam pelaksanaan pengawasan terhadap barang bawaan penumpang.

Dalam Operasi Patuh, petugas Karantina bersama stakeholder terkait melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang. Perhatian khusus diberikan terhadap komoditas hewan, ikan, tumbuhan, serta berbagai produk turunannya yang dibawa melalui penerbangan internasional.

Langkah pengawasan tidak berhenti pada pemeriksaan barang. Petugas juga memberikan edukasi secara langsung kepada penumpang mengenai kewajiban melaporkan komoditas yang dibawa. Penumpang juga diingatkan untuk memastikan setiap komoditas yang dilalulintaskan telah memenuhi persyaratan karantina.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumbar, RM Ende Dezeanto mengatakan, bertambahnya konektivitas internasional perlu dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat. Menurutnya, kepatuhan terhadap ketentuan perkarantinaan menjadi bagian penting ketika aktivitas keluar-masuk orang dan barang semakin tinggi.

“Bertambahnya penerbangan internasional dari BIM merupakan peluang bagi Sumatera Barat untuk semakin terhubung dengan dunia. Bersamaan dengan itu, pengawasan juga harus diperkuat. Karena itu, sinergi antara Karantina, airlines, Bea dan Cukai, InJourney Airports, Kepolisian, serta stakeholder lainnya menjadi sangat penting untuk memastikan pintu gerbang internasional kita tetap aman,” ujarnya, Rabu (30/9/2026).

Ende Dezeanto menjelaskan bahwa pengawasan karantina tidak semata-mata berkaitan dengan kegiatan pemeriksaan. Lebih dari itu, pengawasan juga diarahkan untuk membangun pemahaman masyarakat mengenai risiko yang dapat ditimbulkan dari setiap komoditas yang dibawa dari maupun ke luar wilayah Indonesia.

Komoditas tersebut memiliki potensi risiko terhadap kesehatan hewan, ikan, dan tumbuhan, sekaligus dapat berpengaruh terhadap kelestarian sumber daya hayati. Karena itu, kepatuhan masyarakat terhadap ketentuan perkarantinaan menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga keamanan komoditas dan sumber daya hayati.

“Operasi Patuh ini kami jadikan momentum untuk lebih dekat dengan masyarakat. Kami ingin masyarakat memahami bahwa melapor kepada petugas Karantina bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama untuk melindungi negeri,” tambahnya.

Pelaksanaan Operasi Patuh juga menunjukkan bahwa pengawasan pada pintu masuk dan keluar negara membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Setiap stakeholder memiliki peran sesuai dengan tugas dan lingkupnya dalam mendukung keamanan serta kelancaran aktivitas di lingkungan bandara.

Airlines, misalnya, turut berperan dalam membantu menyampaikan informasi kepada penumpang. Penyampaian informasi tersebut menjadi bagian penting agar penumpang mengetahui kewajiban terkait komoditas yang dibawa selama melakukan perjalanan melalui jalur penerbangan internasional.

Halaman:

Tags

Terkini