berita

Sulam Kapalo Samek Jadi Koleksi KBRI Brussels Belgia, Ini Keunikannya

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:01 WIB
Penyerahan Sulam Kapalo Samek kepada Duta Besar RI Belgia. (Foto: Kominfo Padang Pariaman)

 

Haipadang.com – Sulam Kapalo Samek karya perajin Kabupaten Padang Pariaman, kini mendapat tempat di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Brussels, Belgia. Karya kriya khas daerah tersebut secara resmi diserahkan untuk menjadi bagian dari koleksi yang dipajang di kantor perwakilan Indonesia di Kerajaan Belgia.

Penempatan Sulam Kapalo Samek di KBRI Brussels menjadi langkah penting dalam memperkenalkan warisan budaya Sumatera Barat (Sumbar) ke lingkungan internasional.

Karya yang selama ini menjadi bagian dari identitas kriya masyarakat daerah tersebut kini memiliki ruang untuk dikenal lebih luas, sekaligus membuka peluang pengembangan bagi produk kerajinan dan UMKM.

Penyerahan karya dilakukan Ketua Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman, Nita Christanti Azis, kepada Duta Besar LBBP RI untuk Kerajaan Belgia di Kantor KBRI Brussels, Jumat (2/10/2026).

Momentum tersebut turut dihadiri Ketua DWP KBRI Brussels Ismi Andy Rachmianto, desainer nasional Itang Yunaz, Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman, serta sejumlah undangan lainnya.

Kehadiran Sulam Kapalo Samek di Brussels tidak berhenti sebagai bentuk penghargaan terhadap hasil kerja perajin daerah. Lebih jauh, keberadaan karya tersebut menjadi bagian dari upaya membawa kekayaan wastra Indonesia asal Padang Pariaman ke ruang yang lebih luas.

Warisan yang dikerjakan secara turun-temurun itu juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan.

Dengan demikian, Sulam Kapalo Samek tidak hanya ditempatkan sebagai peninggalan budaya, tetapi juga dapat memiliki nilai ekonomi dan menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia Andy Rachmianto menyampaikan, apresiasi terhadap langkah Kabupaten Padang Pariaman yang terus menjaga sekaligus mengembangkan Sulam Kapalo Samek. Upaya membawa karya tersebut ke Belgia dinilai menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk masyarakat kepada khalayak yang lebih luas.

Menurutnya, kesempatan tampil di Belgia dapat menjadi momentum bagi produk UMKM Padang Pariaman untuk berkembang dan naik kelas. Hal tersebut terutama berkaitan dengan produk yang lahir dari program pemberdayaan perempuan.

“Ini adalah peluang yang sangat baik untuk memperkenalkan hasil karya masyarakat, terutama UMKM dan produk pemberdayaan perempuan, agar semakin dikenal dan bisa naik kelas,” ujarnya, dikutip Selasa (6/10/2026).

Peluang tersebut menjadi semakin penting karena Sulam Kapalo Samek memiliki karakter sebagai karya kriya yang tidak hanya mengandalkan keindahan visual. Di balik proses pembuatannya terdapat ketelitian dan keterampilan tinggi yang membuat sulaman tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya khas Padang Pariaman.

Desainer nasional Itang Yunaz juga memberikan apresiasi terhadap kehadiran Sulam Kapalo Samek di Belgia. Ia melihat karya tersebut memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar nilai estetika dan ekonomi.

Menurut Itang, Sulam Kapalo Samek menyimpan sejarah panjang serta memiliki hubungan budaya yang kuat antara Sumatera Barat dan Belgia. Karena itu, membawa karya tersebut ke Brussels dinilai sekaligus dapat menjadi upaya menghidupkan kembali koneksi sejarah yang pernah terbentuk melalui perkembangan teknik menyulam di Sumatera Barat.

Halaman:

Tags

Terkini