Ia berharap pemerintah nagari di Kabupaten Solok mulai mempersiapkan kebutuhan yang dipersyaratkan sejak awal sehingga memiliki peluang untuk mengikuti program tersebut ketika pelaksanaannya dimulai.
DKP Sumbar Bangun Akses Pemasaran Hasil Budidaya
Selain menyiapkan dukungan untuk kegiatan produksi, DKP Sumbar juga tengah membangun ekosistem pemasaran untuk mempertemukan pembudidaya dengan calon pembeli hasil panen.
Syefdinon mengatakan, sejumlah pihak yang menjadi sasaran pengembangan akses pemasaran tersebut meliputi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), lembaga pemasyarakatan, sekolah kedinasan, hotel, dan rumah makan.
Pengembangan jaringan pemasaran ini diharapkan dapat memperluas pilihan pasar bagi pembudidaya. Dengan adanya akses kepada berbagai calon pembeli, hasil panen diharapkan memiliki peluang penyerapan yang lebih pasti.
“Ekosistem pemasarannya sedang kita bangun. Jika ini berjalan, pembudidaya akan memiliki akses pasar yang lebih luas dan kepastian serapan hasil panen,” ujarnya.
Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap keberlanjutan usaha budidaya perikanan. Selain ketersediaan bibit dan pakan untuk menunjang produksi, akses pemasaran juga menjadi perhatian pemerintah agar hasil panen dapat tersalurkan kepada calon pembeli.
Pembudidaya di Padang Belimbing Apresiasi Bantuan
Salah seorang penerima bantuan, M. Fajar Yatim, mengapresiasi perhatian Pemprov Sumbar terhadap pembudidaya yang terdampak bencana di Kabupaten Solok.
Menurut Fajar, bantuan bibit ikan yang diberikan pemerintah dapat membantu para pembudidaya di kawasan Padang Belimbing untuk kembali bangkit dan mengembangkan usaha mereka.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memulihkan kegiatan budidaya yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat setempat.
“Kami berterima kasih atas bantuan bibit ini. Mudah-mudahan kami bisa segera bangkit dan usaha budidaya kami kembali maju,” tuturnya. (*)