52 Ribu Bibit Ikan Disalurkan ke Pembudidaya Terdampak Bencana di Solok

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:05 WIB
Penyaluran bibit ikan ke pembudidaya terdampak bencana di Kabupaten Solok. (Foto: Humas Pemprov Sumbar)
Penyaluran bibit ikan ke pembudidaya terdampak bencana di Kabupaten Solok. (Foto: Humas Pemprov Sumbar)

Haipadang.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyalurkan sekitar 52 ribu bibit ikan beserta pakan kepada pembudidaya yang terdampak bencana di Kabupaten Solok. Bantuan tersebut diharapkan membantu masyarakat memulihkan usaha perikanan sekaligus mengembalikan sumber penghidupan keluarga setelah terdampak bencana.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, di kawasan Padang Belimbing, Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Jumat (9/10/2026).

Mahyeldi mengatakan, penyaluran bibit ikan dan pakan merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah provinsi terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, pemulihan perlu dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan warga, termasuk mereka yang menggantungkan penghasilan dari usaha budidaya perikanan.

Ia menyebut telah meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mendata kebutuhan masyarakat terdampak dan memberikan bantuan sesuai dengan bidang masing-masing.

“Seluruh kepala dinas telah kita minta melakukan pendataan dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana, termasuk di Kabupaten Solok,” ujar Mahyeldi, dikutip Minggu (11/10/2026).

Mahyeldi berharap bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pembudidaya. Dengan tersedianya bibit ikan dan pakan, masyarakat diharapkan dapat kembali menjalankan kegiatan budidaya sehingga usaha yang terdampak bencana bisa dipulihkan.

Bantuan tersebut juga diharapkan mendukung masyarakat untuk kembali produktif dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga melalui usaha perikanan yang mereka jalankan.

Pemprov Sumbar Siapkan Program Budidaya Perikanan Darat

Selain menyalurkan bantuan langsung, Pemprov Sumbar melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) juga menyiapkan program pemulihan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan budidaya. Program tersebut bernama Budidaya Perikanan Darat Tematik dan direncanakan mulai berjalan pada 2027.

Kepala DKP Sumbar, Syefdinon, menjelaskan program itu dirancang untuk memperluas kegiatan budidaya ikan berbasis nagari. Melalui program tersebut, pemerintah ingin mendorong masyarakat mengembangkan usaha perikanan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi di tingkat nagari.

Dalam rencana pelaksanaannya, setiap lokasi akan memperoleh sekitar 20 kolam, bibit ikan, serta pakan untuk satu siklus budidaya selama empat bulan.

Setelah panen pertama, para pembudidaya diharapkan sudah dapat membiayai kebutuhan usaha dan melanjutkan siklus budidaya berikutnya secara mandiri. Dengan skema tersebut, kegiatan perikanan diharapkan dapat terus berjalan setelah dukungan awal diberikan pemerintah.

Untuk mengikuti program Budidaya Perikanan Darat Tematik, pemerintah nagari perlu menyiapkan lahan seluas 1.000 meter persegi. Pemerintah nagari juga harus berkoordinasi dengan DKP Sumbar untuk memenuhi persyaratan program tersebut.

Syefdinon menyampaikan, program itu direncanakan memiliki kuota sebanyak 10.000 titik pada 2027. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 40.000 titik pada 2029.

“Kami berharap nagari-nagari di Kabupaten Solok dapat mempersiapkan persyaratan sejak awal agar berpeluang memanfaatkan program ini,” kata Syefdinon.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X