berita

Banjir Bandang Padang, Puan Maharani Desak Pemulihan Rumah dan Ekonomi Warga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:10 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani (Foto: DPR RI)

Ia meminta agar lokasi pengungsian tidak sekadar menjadi tempat sementara bagi warga yang kehilangan akses ke rumah, tetapi juga menyediakan lingkungan yang aman dan nyaman. Fasilitas kesehatan perlu tersedia untuk melayani masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis selama berada di pengungsian.

Selain pelayanan kesehatan, kebutuhan perlengkapan dasar juga perlu diperhatikan. Selimut dan pakaian menjadi bagian dari bantuan yang perlu disediakan karena warga kemungkinan harus meninggalkan rumah secara mendadak tanpa sempat membawa barang-barang yang dibutuhkan.

“Pastikan fasilitas kesehatan juga tersedia di tempat pengungsian. Termasuk bantuan selimut dan pakaian mengingat warga mengungsi tanpa persiapan,” jelas Puan.

Perhatian terhadap kebutuhan pengungsi, menurut Puan, harus diberikan sesuai kondisi masing-masing kelompok masyarakat. Anak-anak, ibu hamil dan menyusui, lanjut usia, warga berkebutuhan khusus, serta masyarakat yang memiliki penyakit bawaan memerlukan perlindungan yang menyesuaikan kebutuhan mereka.

“Tempat pengungsian juga harus ramah anak, ibu hamil/menyusui, lansia, dan warga dengan kebutuhan khusus dan yang memiliki penyakit bawaan,” sambungnya.

Puan juga menyoroti kondisi psikologis dan kekhawatiran keluarga yang terpaksa meninggalkan rumah akibat banjir. Dalam situasi bencana, masyarakat tidak hanya menghadapi ancaman terhadap keselamatan diri dan anggota keluarga, tetapi juga memikirkan keadaan rumah, keberlangsungan pekerjaan, serta pemenuhan kebutuhan sehari-hari selama mengungsi.

Karena itu, keputusan untuk mengungsi perlu disertai kepastian bahwa warga memperoleh tempat berlindung yang layak dan pendampingan selama keadaan belum memungkinkan mereka pulang. Dukungan pemerintah diperlukan agar masyarakat tidak merasa harus mengambil risiko dengan kembali ke rumah sebelum kondisi benar-benar aman.

“Ketika warga diminta mengungsi, mereka perlu merasa yakin bahwa keluarganya akan didampingi. Dukungan Pemerintah harus membantu mereka mengutamakan keselamatan dan memberi waktu untuk menunggu sampai keadaan benar-benar aman,” ungkap Puan.

Banjir Rusak Rumah dan Memutus Akses Jalan di Kuranji

Selain menyebabkan warga mengungsi, banjir bandang di Kota Padang turut merusak permukiman dan mengganggu akses transportasi. Berdasarkan pendataan sementara, satu unit rumah mengalami kerusakan berat, sedangkan empat unit rumah lainnya mengalami kerusakan sedang.

Di luar kerusakan tersebut, sekitar 120 unit rumah dilaporkan terdampak banjir. Data itu menjadi bagian dari gambaran awal mengenai dampak bencana terhadap tempat tinggal masyarakat di wilayah yang dilanda banjir bandang.

Kerusakan infrastruktur juga menjadi persoalan yang perlu ditangani. Di Kecamatan Kuranji, akses jalan dilaporkan terputus akibat bencana. Kondisi tersebut menghambat akses menuju wilayah terdampak dan menambah tantangan dalam pelaksanaan penanganan setelah banjir.

Puan meminta pemerintah memberikan kepastian mengenai tindak lanjut perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan. Menurutnya, penanganan bencana perlu dilanjutkan setelah tahap evakuasi dan pemenuhan kebutuhan mendesak selesai dilakukan.

Peralihan dari penanganan darurat ke tahap pemulihan membutuhkan kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab serta kelanjutan bantuan bagi warga yang masih menghadapi kesulitan. Dengan demikian, masyarakat terdampak dapat mengetahui langkah penanganan yang akan dilakukan setelah situasi darurat berangsur membaik.

“Peralihan dari penanganan darurat menuju pemulihan perlu disertai kejelasan tanggung jawab dan kelanjutan bantuan bagi warga yang masih menghadapi kesulitan,” lanjutnya.

Selain perbaikan tempat tinggal, pemulihan ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian. Banjir dapat mengganggu pekerjaan dan sumber penghasilan keluarga yang terdampak, sehingga pemerintah diminta menyiapkan dukungan sesuai kebutuhan warga.

Halaman:

Tags

Terkini