Upaya pemulihan penghidupan diharapkan membantu masyarakat kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga setelah bencana. Dukungan tersebut dinilai penting agar warga tidak menghadapi tekanan ekonomi berkepanjangan ketika masih berusaha memulihkan kondisi tempat tinggal dan kehidupan sehari-hari.
Puan mengingatkan bahwa bantuan yang terputus setelah masa darurat berakhir dapat menambah beban keluarga terdampak. Dalam kondisi ekonomi yang sulit, masyarakat berpotensi terdorong kembali ke kawasan berisiko sebelum lingkungan tempat tinggal mereka benar-benar aman.
“Dukungan yang berkesinambungan akan membantu mencegah keluarga kembali terlalu cepat ke kawasan berisiko karena tekanan ekonomi,” terang Puan.
Puan Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Banjir di Padang
Puan menilai penanganan banjir bandang di Padang perlu mencakup langkah jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana serupa. Menurutnya, selain memberikan bantuan dan memperbaiki kerusakan, pemerintah perlu mendengarkan pengalaman serta kebutuhan masyarakat terdampak sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah berikutnya.
Informasi yang jelas mengenai kondisi wilayah, keberlanjutan perlindungan, dan rencana pemulihan diperlukan agar masyarakat dapat mengambil keputusan dengan lebih baik. Kepastian tersebut juga membantu keluarga terdampak mempersiapkan diri untuk kembali menjalani kehidupan setelah keadaan darurat berakhir.
Puan menekankan bahwa pemulihan tidak hanya berkaitan dengan perbaikan rumah atau infrastruktur, tetapi juga kepastian bagi masyarakat untuk membangun kembali kehidupan mereka dengan kondisi yang lebih aman.
“Keselamatan akan lebih terjaga ketika keluarga memiliki kepastian untuk menjalani masa pemulihan. Setelah keadaan membaik, mereka juga membutuhkan dukungan untuk kembali membangun kehidupan dengan pijakan yang lebih kuat,” imbuh cucu Bung Karno itu.
Salah satu langkah mitigasi yang disoroti Puan adalah perbaikan tanggul jebol di daerah aliran sungai yang berada di sekitar lokasi terdampak. Perbaikan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya antisipasi untuk mengurangi risiko banjir kembali terjadi di kawasan yang sama.
“Termasuk perbaikan tanggul jebol di daerah aliran sungai yang berada di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi atas risiko terulangnya banjir di wilayah ini,” terang Puan.
Ia juga menyatakan DPR RI melalui komisi terkait akan mengawal pelaksanaan penanganan darurat hingga program penanggulangan pascabencana banjir di Padang. Pengawasan tersebut mencakup kesinambungan upaya penanganan, mulai dari penyelamatan warga, pemenuhan kebutuhan pengungsi, hingga pemulihan setelah masa darurat berakhir.
Puan berharap koordinasi antara pemerintah, DPR, petugas, relawan, dan masyarakat dapat mendukung penanganan bencana secara berkelanjutan. Kerja bersama tersebut diperlukan agar kebutuhan warga terdampak dapat ditangani sekaligus mendukung upaya pemulihan di wilayah yang dilanda banjir.
“Kami berharap kerja bersama Pemerintah, DPR, petugas, relawan, dan masyarakat dapat membantu Padang melewati keadaan ini dengan lebih aman,” ucapnya.
Selain mengawal penanganan dan pemulihan, Puan menyoroti kebutuhan tim SAR dan relawan yang bekerja di lapangan. Menurutnya, para petugas penyelamat perlu mendapat dukungan berupa peralatan yang memadai agar proses evakuasi dan pertolongan dapat berlangsung maksimal.
Ketersediaan perlengkapan yang menunjang keselamatan menjadi perhatian karena petugas harus bekerja di tengah kondisi darurat dan menghadapi risiko saat menjangkau warga terdampak. Dukungan peralatan diharapkan membantu menjaga keamanan petugas sekaligus masyarakat yang sedang diselamatkan.
“Pengabdian tim penyelamat perlu berjalan bersama komitmen dari Negara untuk menyediakan peralatan yang menjamin keamanan petugas dan warga, khususnya di saat-saat darurat,” tutup Puan. (*)