berita

KM Feronia Tenggelam di Perairan Komodo, 1 Penumpang Perempuan Masih Dicari

Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:23 WIB
Proses evakuasi KM Ferona yang tenggelam di Labuan Bajo, NTT. (Foto: Kantor SAR Maumere)

Haipadang.com – Kapal wisata KM Feronia tenggelam di perairan Pulau Tatawa, kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (13/10/2026). Dari total 30 orang yang berada di kapal, sebanyak 29 orang berhasil dievakuasi, sedangkan seorang penumpang perempuan bernama Veronica Beatrix Jessica (23) masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Pencarian terhadap korban yang belum ditemukan dilanjutkan pada Rabu (14/10/2026), dengan melibatkan 63 personel penyelamat dari berbagai unsur. Tim SAR tidak hanya melakukan penyisiran di permukaan laut, tetapi juga merencanakan penyelaman untuk memperluas upaya pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas B Maumere, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa laporan kecelakaan pelayaran tersebut diterima melalui Pos SAR Manggarai Barat. Setelah memperoleh informasi, tim SAR segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk membantu proses evakuasi penumpang dan awak kapal.

“Selain penyisiran di permukaan laut, tim juga merencanakan penyelaman untuk mendukung upaya pencarian terhadap satu orang yang masih dalam pencarian,” ujar Fathur kepada awak media pada Rabu (14/10/2026).

29 Orang Berhasil Dievakuasi

Dalam penanganan pada hari pertama, tim SAR berhasil menyelamatkan 29 orang dari total 30 orang yang berada di KM Feronia. Mereka terdiri dari awak kapal dan penumpang yang berada di kapal wisata tradisional jenis pinisi tersebut.

Fathur sebelumnya menyampaikan bahwa satu orang penumpang masih belum ditemukan hingga proses evakuasi pada Selasa (13/10/2026) sore. Korban diketahui bernama Veronica Beatrix Jessica, berusia 23 tahun dan berkewarganegaraan Indonesia.

“Hingga pukul 18.00 Wita, sebanyak 29 orang telah berhasil dievakuasi, sementara 1 orang penumpang atas nama Veronica Beatrix Jessica, berusia 23 tahun, warga negara Indonesia, masih dalam pencarian,” ujar Fathur dalam keterangannya yang diunggah melalui akun Instagram @kantorsar_maumere pada Selasa (13/10/2026).

Operasi pencarian pada hari pertama menghadapi sejumlah hambatan. Menurut Fathur, kondisi arus laut dan keterbatasan jarak pandang menjadi kendala bagi petugas dalam melakukan pencarian di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.

Untuk melanjutkan operasi pada hari kedua, sebanyak 63 personel penyelamat dari berbagai unsur dikerahkan. Upaya pencarian dilakukan melalui penyisiran permukaan laut dan direncanakan dilengkapi dengan penyelaman guna membantu menemukan penumpang yang masih hilang.

KM Feronia Berangkat dari Labuan Bajo

Berdasarkan informasi awal dari Kantor SAR Maumere, KM Feronia memulai perjalanan dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo sekitar pukul 08.00 Wita. Kapal tersebut berlayar menuju Dermaga Pulau Rinca sebelum mengalami kecelakaan di kawasan perairan Pulau Tatawa.

Kecelakaan dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.30 Wita ketika kapal melintasi perairan Pulau Tatawa. Wilayah tersebut dikenal memiliki arus laut yang kuat. Dalam kejadian itu, kapal dilaporkan miring, kemudian terbalik, hingga akhirnya tenggelam.

KM Feronia merupakan kapal wisata tradisional jenis pinisi yang saat kejadian mengangkut 30 orang. Jumlah tersebut terdiri dari lima anak buah kapal (ABK) dan 25 penumpang.

Nakhoda KM Feronia, Isran, mengungkapkan bahwa kapal diduga terbalik setelah dihantam arus laut kuat dari sisi kiri. Saat insiden terjadi, sejumlah wisatawan diketahui sedang berada di dek atas kapal.

Isran mengatakan dirinya memprioritaskan keselamatan para tamu ketika kapal mengalami kecelakaan. Ia kemudian membuka rakit penolong atau life raft agar para penumpang dapat naik ke sarana keselamatan tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini