Haipadang.com – Tim SAR gabungan mengerahkan penyelam profesional untuk mencari Veronica Beatrix Jessica, perempuan berusia 23 tahun yang masih hilang setelah kapal wisata KM Feronia tenggelam di perairan Tatawa Besar, kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Operasi pencarian diperluas pada Rabu (14/10/2026) dengan menyisir bangkai kapal dan perairan di sekitar lokasi kejadian.
Veronica merupakan warga negara Indonesia yang bekerja sebagai dive master atau ahli selam. Ia menjadi satu-satunya orang yang belum ditemukan dari total 30 orang yang berada di kapal saat insiden terjadi pada Selasa (13/10/2026).
Sebanyak 29 orang lainnya berhasil dievakuasi. Namun, pencarian terhadap Veronica masih berlangsung setelah upaya pada hari pertama menghadapi kendala berupa arus laut yang kuat dan jarak pandang terbatas.
Informasi mengenai perkembangan operasi pencarian disampaikan melalui akun Threads resmi Polres Manggarai Barat, @polresmabarntt. Tim SAR gabungan yang melibatkan lintas instansi maritim memperluas radius penyisiran dan memeriksa bagian-bagian bangkai kapal yang diduga masih menjadi lokasi korban.
Penyelam Profesional Dikerahkan untuk Menyisir Bangkai Kapal
Pencarian Veronica dilanjutkan pada Rabu dengan melibatkan unsur SAR dan instansi maritim terkait. Tim tidak hanya melakukan penyisiran di sekitar titik tenggelamnya KM Feronia, tetapi juga menerjunkan penyelam profesional untuk memeriksa bagian dalam maupun area sekitar bangkai kapal.
Langkah tersebut dilakukan untuk memaksimalkan upaya menemukan Veronica yang belum berhasil dievakuasi sejak kapal wisata itu terbalik dan tenggelam.
Pada hari pertama operasi, kondisi perairan menjadi salah satu kendala utama bagi petugas. Arus laut yang kuat serta keterbatasan jarak pandang membuat pencarian tidak dapat dilanjutkan hingga malam hari. Operasi kemudian dihentikan sementara pada Selasa sore.
Pencarian kembali dilanjutkan pada hari berikutnya dengan memperluas area penyisiran. Tim gabungan berupaya memeriksa lokasi kejadian secara lebih menyeluruh, termasuk bagian kapal yang diduga masih menjadi tempat korban berada.
Pengerahan penyelam profesional menjadi bagian penting dari operasi lanjutan tersebut, mengingat Veronica belum ditemukan setelah proses evakuasi terhadap puluhan penumpang dan awak kapal lainnya.
KM Feronia Tenggelam Saat Melintasi Perairan Berarus Kuat
KM Feronia merupakan kapal wisata jenis pinisi dengan tonase 51 gross tonnage (GT). Kapal tersebut mengangkut 30 orang, yang terdiri atas 25 penumpang dan lima awak kapal.
Berdasarkan informasi awal dari tim SAR, KM Feronia bertolak dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo menuju Dermaga Pulau Rinca sekitar pukul 08.00 WITA.
Perjalanan kapal berlangsung hingga sekitar pukul 14.30 WITA. Pada waktu tersebut, kapal dilaporkan mengalami masalah ketika melintasi perairan di sekitar Pulau Tatawa, kawasan yang memiliki arus laut kuat.
Kondisi itu kemudian diikuti dengan kapal yang mulai miring sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam. Insiden tersebut membuat seluruh orang yang berada di atas kapal harus dievakuasi.
Proses penyelamatan awal dibantu oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Setelah itu, tim SAR gabungan tiba untuk melanjutkan penanganan dan melakukan pendataan terhadap orang-orang yang berhasil diselamatkan.