berita

BBM Langka di Bali, Bensin Eceran Disebut Tembus Rp200 Ribu per 1,5 Liter

Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:09 WIB
Seorang pengemudi ojol diduga menawarkan bensin eceran kepada wisatawan dan warga di Bali. (Foto: Threads/@ynnn***)

Haipadang.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali memunculkan sorotan terhadap dugaan praktik penjualan bensin eceran dengan harga tinggi. Dalam unggahan di media sosial Threads pada 13 Oktober 2026, seorang pengguna mengungkapkan adanya pengemudi ojek online (ojol) yang disebut menawarkan bensin kepada wisatawan asing dan warga sekitar dengan harga Rp100 ribu hingga Rp200 ribu untuk sekitar 1,5 liter.

Informasi tersebut menjadi perhatian karena harga yang disebutkan jauh di atas harga BBM yang dijual melalui stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Fenomena ini juga mencuat ketika sejumlah warga Bali masih mengeluhkan antrean panjang untuk mendapatkan bahan bakar.

Unggahan dari akun Threads @ynn**** menggambarkan dugaan perubahan layanan yang ditawarkan pengemudi ojol. Selain menyediakan transportasi, pengemudi tersebut disebut menawarkan bensin kepada orang-orang yang membutuhkan bahan bakar untuk melanjutkan perjalanan.

Meski demikian, informasi mengenai praktik penjualan tersebut masih terbatas pada unggahan media sosial. Lokasi pasti kejadian, identitas penjual, serta transaksi yang disebut berlangsung belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.

Bensin 1,5 Liter Disebut Dibanderol hingga Rp200 Ribu

Dalam unggahannya, akun @ynn**** mempertanyakan praktik penjualan bensin dengan harga tinggi yang diduga dilakukan oleh pengemudi ojol di tengah situasi kelangkaan BBM di Bali.

“Apa pendapat kalian? Ojol tidak lagi menawarkan tumpangan, tapi menawarkan petrol yang dibanderol dengan harga tinggi. Bayangin aja, 1,5 L dijual 100–200 ribu,” tulis akun tersebut.

Unggahan itu menyebut bensin dijual dengan kisaran harga Rp100 ribu hingga Rp200 ribu untuk volume sekitar 1,5 liter. Bahan bakar tersebut dikabarkan dikemas menggunakan botol air minum.

Jika dibandingkan dengan harga normal BBM di SPBU, nominal yang disebutkan dalam unggahan tersebut tergolong sangat tinggi. Kondisi itu memunculkan perhatian karena masyarakat sedang menghadapi kesulitan mendapatkan bahan bakar di sejumlah wilayah Bali.

Namun, belum terdapat informasi terverifikasi yang memastikan lokasi penjualan, siapa pihak yang menawarkan bensin, maupun apakah transaksi dengan harga tersebut benar-benar terjadi. Karena itu, informasi dalam unggahan tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak-pihak yang terlibat dan otoritas terkait.

Dugaan penjualan bensin dengan harga tinggi ini menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian di tengah kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar. Bagi pengendara yang kehabisan bensin ketika antrean SPBU berlangsung panjang, penjualan eceran dapat terlihat sebagai pilihan alternatif, meskipun harga yang ditawarkan berpotensi membebani konsumen.

Antrean SPBU Bali Dikeluhkan Warga

Sorotan mengenai harga bensin eceran muncul ketika sejumlah warga Bali mengeluhkan antrean panjang di SPBU. Sebelumnya, masyarakat melaporkan harus menunggu selama berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

Situasi tersebut menunjukkan adanya kendala yang dirasakan konsumen ketika hendak membeli bahan bakar. Di tengah antrean yang panjang, kebutuhan BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari dan perjalanan menjadi perhatian masyarakat.

Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya menyatakan bahwa persediaan Pertalite dan Pertamax mencukupi untuk kebutuhan sekitar dua pekan. Pernyataan tersebut berkaitan dengan ketersediaan stok BBM di tengah keluhan masyarakat mengenai sulitnya memperoleh bahan bakar.

Meski persediaan disebut mencukupi, distribusi BBM dari depo menuju SPBU dilaporkan mengalami hambatan. Salah satu faktor yang disebut memengaruhi proses distribusi adalah meningkatnya jumlah kendaraan yang datang untuk mengisi bahan bakar.

Halaman:

Tags

Terkini