Dua lagu dari album tersebut sebelumnya telah lebih dulu dikenal pendengar, yakni “Terbelah Jadi Dua” dan “Tanpa Batas Waktu”. Keduanya hadir sebagai soundtrack sebelum album secara keseluruhan dirilis.
“Terbelah Jadi Dua” menjadi lagu yang pertama kali dirilis karena lagu tersebut merupakan bagian dari niat awal kolaborasi Gloria Jessica dan Ade Govinda.
Sementara itu, “Timpang” justru diperkenalkan setelah album resmi diluncurkan. Lagu tersebut sekaligus dipilih sebagai title track “Blue.” dan mendapatkan penguatan melalui video klip yang dibintangi Dinda Kirana dan Theo Supple.
Mengapa Album Ini Bernama Blue.?
Nama “Blue.” diambil dari ungkapan bahasa Inggris feeling blue, yang merujuk pada perasaan sedih dan murung.
Konsep tersebut kemudian menjadi benang merah untuk keseluruhan album. Sebelas lagu di dalamnya membawa pendengar ke berbagai bentuk persoalan hati, mulai dari pengkhianatan, penantian, kehilangan, hubungan yang terasa menyesakkan, sampai proses belajar untuk mengikhlaskan.
Ade Govinda melihat kekuatan album tersebut bukan hanya pada cerita yang ditulis dalam lirik, tetapi juga pada cara Gloria Jessica menyampaikan lagu.
“Bahkan orang yang tidak sedang patah hati pun, saat mendengar Gloria menyanyikan laguku, seakan-akan ikut mengalaminya,” ungkap Ade Govinda.
Bagi Gloria, “Blue.” juga hadir dalam fase kehidupan yang sangat personal. Menjelang perilisan album, ia kehilangan ibunda tercinta.
Kehilangan tersebut membuat proses menuju perilisan album berlangsung bersamaan dengan suasana duka. Namun, Gloria memaknai kehadiran album itu sebagai sesuatu yang berkaitan dengan doa sang ibu.
“Album ini hadir layaknya sebuah berkat, meskipun dibalut kesedihan,” ungkap Gloria.
Karena itu, “Blue.” bukan hanya sebuah album yang berisi kisah patah hati. Di balik proses kelahirannya, terdapat pengalaman personal Gloria yang turut membentuk cara ia memaknai karya tersebut.
Produksi Album Dikerjakan dengan Detail
Gloria Jessica dan Ade Govinda juga memberikan perhatian besar terhadap kualitas audio dan visual dalam pengerjaan “Blue.”.
Proses mixing dilakukan dengan sangat teliti. Setiap lagu bahkan melewati revisi hingga belasan kali.
Proses tersebut dilakukan agar detail musik yang terdapat dalam setiap lagu dapat terdengar dengan jelas. Tidak hanya ornamen musik, pelafalan setiap lirik yang dinyanyikan Gloria juga menjadi bagian yang diperhatikan dalam proses produksi.
Ade menyebut pengerjaan album dilakukan dengan suasana yang tetap menyenangkan meskipun materi lagu-lagunya banyak berbicara mengenai kesedihan dan patah hati.