“Kami mengerjakan album ini dengan hati yang bahagia, walaupun lagunya patah hati,” tambah Ade.
Pernyataan tersebut menggambarkan kontras yang menjadi bagian dari proses produksi “Blue.”. Cerita yang dibawa lagu-lagunya berbicara tentang kehilangan dan luka, sementara proses penciptaan albumnya dijalani dengan semangat kolaborasi.
Dominasi, Kisah tentang Hubungan yang Terlalu Mengendalikan
Dari sebelas track yang ada, “Dominasi” menjadi salah satu lagu yang memiliki tema berbeda.
Ade Govinda menyebut lagu tersebut sebagai lagu favoritnya di album “Blue.”. Ceritanya mengangkat hubungan ketika salah satu pihak memendam perasaan karena merasa kehidupan dirinya terlalu dikendalikan oleh pasangan.
Tema seperti itu menurut Ade masih jarang diangkat menjadi cerita dalam sebuah lagu.
Kisah dalam “Dominasi” memang bersifat fiktif. Namun, gagasan lagunya terinspirasi dari sebuah kejadian yang didengar oleh Ade.
Di dalam ceritanya, seseorang memilih diam untuk waktu yang lama. Ia menahan perasaan, mengalah, dan terus bertahan dalam sebuah hubungan yang lebih banyak berjalan berdasarkan kehendak pasangannya.
Suaranya tidak benar-benar mendapatkan ruang. Hingga akhirnya, batas kesabarannya tercapai dan ia memilih untuk menyampaikan apa yang selama ini disimpan.
Ia mengajak pasangannya membayangkan berada di posisinya.
Pesan yang muncul dari cerita tersebut adalah gagasan bahwa hubungan seharusnya dijalani oleh dua orang, bukan dikendalikan hanya oleh satu pihak.
Di akhir cerita “Dominasi”, terdapat pertanyaan yang masih menggantung: apakah seseorang tersebut masih sanggup mempertahankan hubungan yang selama ini dijalaninya?
Menariknya, “Dominasi” tidak hanya hadir dalam satu aransemen. Album “Blue.” juga memasukkan “Dominasi (Acoustic Version)”, yang membawa cerita dan lirik sama, tetapi dikemas dengan nuansa lebih sederhana serta intim.
Blue. Ditutup Lagu Hampir 8 Menit Tanpa Lirik
Jika sepuluh lagu pertama dalam album membawa cerita melalui kata-kata, track terakhir justru mengambil pendekatan berbeda.
“Blue. (feat. Mads Wegner)” menjadi penutup album sekaligus lagu yang memberikan nama kepada keseluruhan karya.
Lagu tersebut melibatkan Mads Wegner, gitaris dari Mew, band yang menjadi salah satu favorit Ade Govinda.