Bukan Soal Hasil Laga, Ini Penyebab Semen Padang FC Kehilangan 1 Poin

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:12 WIB
Logo Semen Padang FC (Foto: Semen Padang FC)
Logo Semen Padang FC (Foto: Semen Padang FC)

Haipadang.com — Semen Padang FC memberikan penjelasan resmi mengenai sanksi pengurangan satu poin yang diterima pada awal kompetisi Pegadaian Championship musim 2026/27 ini. Sanksi tersebut berkaitan dengan persoalan administratif dalam regulasi Club Licensing, khususnya mengenai pendaftaran stadion yang digunakan sebagai kandang tim.

Penjelasan tersebut disampaikan manajemen klub untuk memberikan informasi yang jelas dan menyeluruh kepada para suporter serta masyarakat Sumatera Barat mengenai latar belakang penerapan sanksi tersebut.

General Manager Semen Padang FC, Denny Shulton, menjelaskan bahwa persoalan bermula ketika Stadion Haji Agus Salim harus menjalani renovasi total. Kondisi tersebut membuat stadion yang selama ini menjadi kandang tim belum dapat didaftarkan sebagai venue utama dalam proses pemenuhan persyaratan lisensi klub.

Sementara itu, manajemen menghadapi tenggat waktu pendaftaran lisensi yang terbatas. Untuk memastikan seluruh persyaratan administrasi dapat dipenuhi sesuai jadwal, manajemen Semen Padang FC pada musim 2025/26 mendaftarkan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebagai alternatif stadion kandang.

Langkah tersebut diambil agar proses pemenuhan lisensi klub tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, mengingat Stadion Haji Agus Salim belum memungkinkan untuk didaftarkan sebagai stadion utama selama proses renovasi berlangsung.

Permohonan Perubahan Stadion Kandang Tidak Disetujui

Dalam perkembangannya pada musim kompetisi ini, Semen Padang FC melakukan penyesuaian terhadap kebutuhan operasional dan beban finansial tim. Penyesuaian tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan mengajukan permohonan resmi kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga untuk memindahkan lokasi stadion kandang ke stadion lain.

Namun, permohonan perubahan lokasi tersebut tidak mendapatkan persetujuan dari operator liga.

“Namun, permohonan alih lokasi tersebut tidak dapat disetujui oleh operator liga,” kata Denny Shulton dalam keterangan resmi yang dikutip pada Sabtu (10/10/2026).

Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kebutuhan tim dalam menjalani pertandingan selanjutnya, Semen Padang FC akhirnya menetapkan Stadion Patriot sebagai kandang untuk mengarungi sisa laga kompetisi.

Keputusan tersebut diambil setelah melalui pertimbangan matang dengan tujuan memberikan kondisi terbaik bagi perjuangan tim di lapangan. Meski demikian, perubahan stadion kandang itu berimplikasi pada pemenuhan ketentuan administratif yang telah ditetapkan dalam regulasi Club Licensing.

Perubahan Stadion Berujung Pengurangan Satu Poin

Dalam ketentuan Club Licensing, setiap klub diwajibkan menggunakan stadion yang telah didaftarkan sejak awal proses lisensi. Dengan demikian, perubahan lokasi pertandingan dari stadion yang tercantum dalam dokumen lisensi periode sebelumnya dapat menimbulkan konsekuensi administratif.

Kondisi tersebut menjadi dasar penerapan sanksi terhadap Semen Padang FC berupa pengurangan satu poin pada awal musim kompetisi ini.

Denny menjelaskan bahwa sanksi tersebut berkaitan dengan penyesuaian lokasi pertandingan yang tidak sesuai dengan stadion yang tercantum dalam dokumen lisensi pada periode sebelumnya.

“Langkah penyesuaian lokasi pertandingan dari yang tercantum pada dokumen lisensi periode lalu tersebut secara otomatis berdampak pada penerapan sanksi administratif berupa pengurangan 1 poin,” tambahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Rekomendasi

Terkini

PSMS Medan Waspadai Kebangkitan Semen Padang FC

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:05 WIB
X