Kemenhaj Sumbar Bentuk Satgas dan Buka Posko di BIM Buntut 180 Jemaah Umrah Batal Berangkat

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Kamis, 1 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Haipadang.com – Kementerian Haji (Kemenhaj) dan Umrah Sumatera Barat (Sumbar) membentuk satuan tugas (satgas) pengawasan dan menyiapkan posko di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Langkah ini dilakukan setelah keberangkatan sekitar 180 jemaah umrah asal Sumbar menggunakan penerbangan charter batal dilakukan pada Rabu (30/9/2026).

Kemenhaj dan Umrah Sumbar masih memeriksa persoalan yang menyebabkan penerbangan tersebut dibatalkan. Pemeriksaan akan dilakukan terhadap travel yang bersangkutan untuk mengetahui masalah dalam penyelenggaraan perjalanan yang membuat jemaah tidak jadi berangkat sesuai jadwal.

Kakanwil Kemenhaj dan Umrah Sumbar, M. Rifki, mengatakan pembatalan keberangkatan tersebut berdampak kepada jemaah sekaligus pihak travel. Para jemaah disebut telah membayar biaya perjalanan, sedangkan pihak travel melaporkan mengalami kerugian sekitar Rp100 juta.

“Ada pihak travel yang dirugikan. Seharusnya jemaah berangkat hari ini, sudah membayar tiket, tetapi ternyata dibatalkan,” kata Rifki saat melakukan sidak keberangkatan jemaah umrah di BIM, Rabu (30/9/2026).

Menurut Rifki, pembatalan tersebut juga berdampak pada jemaah yang telah mempersiapkan perjalanan. Sebagian jemaah bahkan telah menggelar syukuran atau walimatus safar di rumah sebelum keberangkatan.

Penerbangan yang batal tersebut menggunakan pesawat dengan sistem sewa atau charter. Pesawat itu dijadwalkan mengangkut sekitar 180 jemaah asal Sumbar.

Namun, perjalanan tersebut tidak direncanakan langsung menuju Arab Saudi. Jemaah dijadwalkan terbang terlebih dahulu menuju Malaysia. Setelah itu, mereka akan bergabung dengan penerbangan dari Pekanbaru sebelum melanjutkan perjalanan.

Penyebab Pembatalan Masih Diperiksa

Rifki belum menyampaikan penyebab pembatalan penerbangan tersebut. Kemenhaj dan Umrah Sumbar masih akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap travel yang menangani perjalanan jemaah.

Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui persoalan yang terjadi sehingga keberangkatan sekitar 180 jemaah umrah dari Sumbar tidak terlaksana.

“Habis ini kami akan melakukan sidak ke kantor travel yang bersangkutan. Kami akan cek apa masalahnya,” ujarnya.

Sidak ke kantor travel tersebut menjadi tindak lanjut setelah Kemenhaj dan Umrah Sumbar menemukan persoalan pada keberangkatan jemaah di BIM. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui masalah yang menyebabkan perjalanan yang telah dijadwalkan tersebut batal.

Temuan tersebut kemudian mendorong Kementerian Haji dan Umrah Sumbar memperkuat pengawasan terhadap penyelenggaraan perjalanan umrah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menyediakan posko Kementerian Haji di BIM serta membentuk satgas pengawasan.

Kemenhaj Siapkan Posko di BIM

Rifki mengatakan Kemenhaj dan Umrah Sumbar telah berkoordinasi dengan Angkasa Pura untuk menyediakan posko Kementerian Haji di BIM.

Posko tersebut disiapkan untuk mendukung pengawasan keberangkatan jemaah umrah sekaligus memudahkan koordinasi dengan instansi terkait yang berada di lingkungan bandara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Rekomendasi

Terkini

X