Tak Sekadar Kelola Sampah, Bank Sampah Pondok Permai Padang Bantu Warga Bayar PBB

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Jumat, 2 Oktober 2026 | 01:18 WIB
Sampah hasil olahan Bank Sampah Pondok Permai Padang. (Foto: Kominfo Padang)
Sampah hasil olahan Bank Sampah Pondok Permai Padang. (Foto: Kominfo Padang)

Haipadang.com – Sampah rumah tangga di Bank Sampah Pondok Permai, Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, tidak berhenti sebagai limbah. Di tangan pengelola dan masyarakat setempat, sampah justru dikembangkan menjadi berbagai sumber manfaat, termasuk dikonversi menjadi rupiah untuk membantu pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Model tersebut menjadi salah satu inovasi yang membuat Bank Sampah Pondok Permai mendapat perhatian dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang. Selain mengelola sampah yang masih memiliki nilai daur ulang, bank sampah ini juga mengembangkan pengolahan sampah organik dengan sejumlah metode berbasis masyarakat.

Kepala Bidang Program dan Pembangunan Lingkungan DLH Kota Padang, Fuad Syukri, mengapresiasi konsistensi Bank Sampah Pondok Permai dalam mengembangkan sistem pengelolaan lingkungan yang dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.

Menurut Fuad, pengelolaan yang dilakukan Bank Sampah Pondok Permai tidak hanya berfokus pada sampah yang dapat didaur ulang. Sisa makanan dari rumah tangga juga mendapat perhatian melalui sejumlah inovasi, mulai dari taman biopori, komposter, hingga pembuatan ecoenzym.

"Bank Sampah Pondok Permai menunjukkan praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang cukup baik dan berkelanjutan. Pengelolaan tidak hanya dilakukan terhadap sampah daur ulang, tetapi juga sampah sisa makanan melalui berbagai inovasi seperti taman biopori, komposter, ecoenzym, serta pengolahan lainnya," ujar Fuad Syukri.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan saldo tabungan sampah untuk kebutuhan pembayaran PBB. Melalui skema tersebut, nasabah aktif dapat mengonversi saldo tabungan sampah yang dimiliki menjadi rupiah untuk membantu melunasi atau memotong tagihan PBB.

Dengan mekanisme itu, aktivitas memilah dan menyetorkan sampah memiliki manfaat yang lebih langsung bagi masyarakat. Sampah yang sebelumnya berpotensi menjadi persoalan lingkungan dapat dikumpulkan dan dikelola, sementara nilai ekonominya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan warga.

Fuad menilai aspek kemandirian dan manfaat ekonomi tersebut menjadi salah satu daya tarik dari Bank Sampah Pondok Permai. Berbagai kegiatan yang dijalankan tumbuh dengan melibatkan masyarakat sekitar dan memberikan nilai tambah kepada para nasabah.

"Yang menarik, seluruh kegiatan ini tumbuh secara mandiri dengan memberdayakan masyarakat sekitar dan memberikan manfaat ekonomi bagi nasabah, termasuk melalui konversi tabungan sampah untuk membantu pembayaran PBB," kata Fuad.

Selain program konversi tabungan sampah, Bank Sampah Pondok Permai juga mengembangkan pengolahan sampah organik. Sisa makanan yang berasal dari rumah tangga maupun pasokan dari Lembaga Pengelola Sampah (LPS) diolah melalui sejumlah metode.

Salah satunya melalui pembangunan taman biopori. Pengelola juga memanfaatkan komposter serta mengolah bahan organik menjadi cairan multiguna ecoenzym.

Rangkaian kegiatan tersebut membuat pengelolaan sampah di Bank Sampah Pondok Permai mencakup berbagai jenis sampah. Tidak hanya material yang masih dapat didaur ulang, sampah organik juga diupayakan agar tidak langsung berakhir sebagai limbah.

Di sisi lain, pengelola mengembangkan produk kreatif berbahan hasil pengolahan dan daur ulang. Sejumlah produk yang dihasilkan antara lain sabun rumah tangga dan kerajinan tangan berupa tas. Produk-produk tersebut tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomi.

Pengelolaan Bank Sampah Pondok Permai juga didukung melalui sinergi dengan berbagai pihak. Pengelola menjalin kolaborasi dengan LPS dalam kegiatan pengangkutan dan pengolahan sampah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Rekomendasi

Terkini

X