Haipadang.com – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat (Sumbar) 2026 resmi dibuka. Sebanyak 8.794 atlet siap bertanding dalam 53 cabang olahraga pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Pembukaan berlangsung di Halaman Istana Gubernuran Sumbar, Jumat malam (2/10/2026). Dalam penyelenggaraan kali ini, para atlet akan bersaing dalam 1.049 nomor pertandingan yang tersebar di 54 lokasi venue pada 12 kabupaten/kota di Sumbar.
Kembalinya Porprov menjadi momentum penting bagi dunia olahraga Sumbar. Sebab, ajang olahraga antar kabupaten/kota tersebut kembali digelar setelah delapan tahun vakum. Penyelenggaraan terakhir sebelumnya berlangsung di Kabupaten Padang Pariaman pada 2018.
Selama delapan tahun tersebut, pelaksanaan Porprov sempat tertunda karena berbagai kendala. Pandemi Covid-19, bencana alam, dan sejumlah persoalan lainnya menjadi bagian dari faktor yang membuat agenda olahraga tingkat provinsi tersebut tidak terlaksana.
“Setelah delapan tahun vakum, alhamdulillah pada tahun ini bisa kembali kita laksanakan,” ujar Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat membuka secara resmi Porprov Sumbar 2026.
Menurut Mahyeldi, pelaksanaan Porprov Sumbar 2026 tidak hanya berkaitan dengan kompetisi antarkabupaten/kota. Ajang ini juga menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan atlet Sumbar.
Porprov dinilai dapat menjadi ruang bagi para atlet untuk memperoleh pengalaman dan meningkatkan jam terbang melalui kompetisi yang teratur. Pada saat yang sama, pertandingan tingkat provinsi tersebut menjadi bagian dari persiapan Sumbar menghadapi berbagai agenda olahraga nasional.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Porprov yang kita laksanakan tahun ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi agenda-agenda nasional, termasuk PON 2028,” katanya.
Pembinaan Atlet Dilakukan Berkelanjutan
Mahyeldi menekankan pembinaan olahraga harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, pembinaan tidak cukup hanya dengan mengandalkan satu momentum pertandingan, tetapi membutuhkan kompetisi yang teratur, berjenjang, dan semakin luas.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar, kata Mahyeldi, terus mendorong hadirnya berbagai agenda olahraga. Kegiatan tersebut mulai dari kompetisi antardaerah, olahraga serumpun, hingga kompetisi internasional yang melibatkan negara-negara di kawasan Samudra Hindia.
Dengan semakin banyak kompetisi yang digelar, para atlet memiliki kesempatan untuk meningkatkan pengalaman dan jam terbang bertanding. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan atlet sebelum mereka menghadapi kompetisi pada tingkatan yang lebih tinggi.
Selain berkaitan dengan prestasi olahraga, Mahyeldi menyebut aktivitas olahraga juga memiliki dampak terhadap perekonomian daerah. Karena itu, pelaksanaan Porprov Sumbar 2026 tidak dipusatkan hanya di satu daerah.
Penyelenggaraan pertandingan didistribusikan ke sejumlah kabupaten/kota agar manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas, termasuk oleh masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).