Kabut Asap Kiriman Bikin Udara Dharmasraya Tak Sehat, Sekolah Terapkan PJJ

Photo Author
Redaksi, HaiPadang.com
- Senin, 5 Oktober 2026 | 18:10 WIB
Para siswa memakai masker di tengah kabut asap melanda wilayah Kabupaten Dharmasraya. (Foto: Kominfo Dharmasraya)
Para siswa memakai masker di tengah kabut asap melanda wilayah Kabupaten Dharmasraya. (Foto: Kominfo Dharmasraya)

Haipadang.com — Kabut asap kiriman dari luar daerah membuat kualitas udara di Kabupaten Dharmasraya, masih berada dalam kategori tidak sehat. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya mengambil langkah perlindungan terhadap peserta didik dengan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kebijakan tersebut diinstruksikan langsung oleh Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani. Penerapan PJJ dilakukan sementara waktu sambil pemerintah memantau perkembangan kualitas udara di wilayah tersebut.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya Bobby Perdana Riza mengatakan, keputusan itu diambil untuk mengurangi risiko paparan udara tidak sehat terhadap siswa. Pada Senin (5/10/2026), seluruh peserta didik dipulangkan dan mulai Selasa (6/10/2026) pembelajaran dilaksanakan dari rumah.

“Atas perintah Ibu Bupati, hari ini semua peserta didik kita pulangkan dan besok (6/10/2026) kami akan melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sementara sambil memantau kondisi,” kata Bobby, Senin (5/10/2026).

Untuk menindaklanjuti kebijakan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya telah menerbitkan Surat Nomor 400.3/2601/Disdik-2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh.

Surat tersebut ditujukan kepada Pengawas Sekolah dan Penilik PAUD, SD, dan SMP, serta Kepala Satuan Pendidikan Jenjang PAUD, SD, dan SMP se-Kabupaten Dharmasraya.

Bobby menjelaskan, penerapan pembelajaran dari rumah tidak hanya dilakukan berdasarkan kebijakan internal Dinas Pendidikan. Koordinasi juga telah dilakukan dengan instansi yang menangani satuan pendidikan pada jenjang lainnya.

Langkah tersebut dilakukan agar kebijakan perlindungan terhadap peserta didik dapat berjalan secara terpadu di tengah kondisi udara yang belum membaik.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama untuk MA dan Kacabdin Wilayah V untuk SMA/SMK terkait penerapan kebijakan ini,” ujarnya.

ISPU Capai 113

Keputusan mengalihkan pembelajaran ke rumah diambil setelah kualitas udara Dharmasraya masih tercatat dalam kategori tidak sehat berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dharmasraya.

Pada Senin (5/10/2026) pukul 10.00 WIB, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Dharmasraya tercatat 113. Pada waktu yang sama, nilai Air Quality Index (AQI) berada di angka 159 dengan status tidak sehat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena kabut asap masih memengaruhi kualitas udara di wilayah Dharmasraya. Meski demikian, berdasarkan pemantauan hotspot, tidak ditemukan titik panas di wilayah Kabupaten Dharmasraya.

Titik panas justru masih terpantau di daerah tetangga. Kondisi tersebut berpotensi memberikan pengaruh terhadap kualitas udara yang dirasakan masyarakat di Dharmasraya.

Dengan situasi tersebut, pemerintah memilih menerapkan PJJ sebagai langkah sementara untuk melindungi peserta didik dari paparan langsung kabut asap dan udara yang berada dalam kategori tidak sehat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Indra Kurniawan

Tags

Rekomendasi

Terkini

X