Haipadang.com – Kabut asap yang semakin pekat menyelimuti Kabupaten Dharmasraya dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bergerak cepat dengan mengirimkan 50.000 masker untuk membantu melindungi masyarakat dari dampak memburuknya kualitas udara.
Bantuan masker tersebut diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya di Pulau Punjung pada Rabu malam (7/10/2026). Bantuan dari Pemprov Sumbar itu merupakan langkah yang diinisiasi Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy sebagai respons terhadap kondisi kabut asap yang berdampak pada kualitas udara di Dharmasraya.
Kabut asap yang terjadi di Dharmasraya diduga merupakan kiriman dari wilayah tetangga. Dugaan itu didasarkan pada kondisi bahwa sejak 23 September 2026 sudah tidak terpantau lagi hotspot di wilayah Dharmasraya.
Bantuan tersebut diterima atas nama Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani. Dalam kesempatan itu, Annisa diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Catur Eby. Ia hadir bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Yefrinaldi serta Kepala Dinas Kesehatan Yosta Defina.
Melalui Catur, Annisa menyampaikan apresiasi kepada Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat Dharmasraya di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk.
“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat Dharmasraya, terutama dalam kondisi kualitas udara yang saat ini semakin memburuk akibat kabut asap,” kata Catur dikutip Kamis (8/10/2026).
Sebanyak 50.000 masker tersebut direncanakan mulai dibagikan pada Kamis (8/10/2026). Pemkab Dharmasraya akan menyalurkan bantuan itu ke seluruh kecamatan agar masker dapat segera digunakan oleh masyarakat yang terdampak kondisi kabut asap.
Distribusi akan diprioritaskan bagi kelompok yang dinilai rentan terhadap dampak kabut asap. Mereka antara lain ibu hamil, balita, anak-anak, lansia, serta masyarakat yang harus bekerja dan beraktivitas di luar ruangan.
“Pembagian masker ini kami upayakan terutama kepada masyarakat yang rentan terhadap dampak kabut asap, mulai dari ibu hamil, balita, anak-anak, lansia, serta masyarakat yang bekerja dan beraktivitas di luar ruangan,” ujarnya.
Untuk mempercepat penyaluran, Pemkab Dharmasraya melibatkan sejumlah unsur pemerintah daerah. Dinas Kesehatan, BPBD, dan Satpol PP akan ikut dalam proses distribusi masker. Penyaluran juga mendapat dukungan dari jajaran puskesmas, kader Posyandu, dan Dasawisma.
Catur mengatakan kecepatan distribusi menjadi perhatian agar masker tidak hanya tersedia, tetapi segera diterima warga yang membutuhkan. Menurutnya, semakin cepat dan luas pembagian dilakukan, semakin efektif pula perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap.
“Kita upayakan semakin cepat disalurkan dan semakin luas penyebarannya, pembagian masker ini akan semakin efektif untuk menjaga dan melindungi kesehatan serta keselamatan masyarakat,” katanya. (*)